Wonder (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Wonder (2017) - Hallo sahabat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Wonder (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Drama ,Artikel Izabela Vidovic ,Artikel Jack Thorne ,Artikel Jacob Tremblay ,Artikel Julia Roberts ,Artikel Owen Wilson ,Artikel Review ,Artikel Sangat Bagus ,Artikel Stephen Chbosky ,Artikel Steve Conrad , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. sepakat , selamat membaca.

Judul : Wonder (2017)
link : Wonder (2017)

Baca juga


Wonder (2017)

Jarang ada film menyerupai ini , yang tiap adegan , kalimat di naskah , serta akting , disusun dengan hati. Diadaptasi dari novel berjudul sama karya R.J. Palacio , Wonder termasuk satu dari sedikit tontonan yang mengembalikan kepercayaan bahwa Hollywood masih menyimpan sensitivitas rasa. Nampak sejak sekuen pembuka saat voice over Auggie Pullman (Jacob Tremblay) terdengar , bercerita mengenai proses kelahirannya bagai komedi. Tapi kejenakaan hasil kegugupan sang ayah , Nate (Owen Wilson) , menjadi kegetiran tatkala lewat nadar sarkas Auggie mengungkap "punchline" komedi tersebut yang memancing kepanikan di ruang persalinan. Dirinya terlahir cacat.

Auggie mengidap sindrom langka Treacher Collins yang menjadikan kelainan bentuk wajah. Beberapa kali operasi pun tak banyak menolong. Walau demikian impiannya melayang tinggi , bak astronot  yang kerap beliau kenakan helmnya  terbang di luar angkasa , sementara petualangan tanpa batas Star Wars jadi kegemarannya. Sampai sang ibu , Isable (Julia Roberts) memutuskan tiba waktunya Auggie mengikuti sekolah publik guna mengenal dunia luar. Tatapan aneh , olok-olokan , pengasingan , hingga pengkhianatan mesti dihadapi , sedangkan di ketika bersamaan , sang abang , Via (Izabela Vidovic) merasa dilupakan oleh kedua orang tuanya yang selalu memperhatikan Auggie. 
Sutradara Stephen Chbosky yang turut menulis naskah bersama Jack Thorne dan Steve Conrad cerdik menangani perumpamaan dalam novelnya terkait kondisi protagonis dan tata surya. Didasari gagasan bahwa Auggie layaknya matahari dengan benda-benda semesta lain mengorbit , mengelilinginya. Kelainan Auggie tidak dipandang selaku kelemahan , melainkan magnet yang menarik orang-orang di sekitarnya mencar ilmu mengenai hidup sembari perlahan ikut berubah menjadi lebih kuat. Pemberian fokus terhadap beberapa tokoh pendukung (ditandai sub-judul nama mereka) sayangnya terasa lebih cocok diterapkan dalam bahasa buku ketimbang narasi film. 

Auggie jelas menderita , tetapi Chobsky yang telah berpengalaman menggarap film berisi sosok-sosok terasing lewat The Perks of Being a Wallflower enggan mengeksploitasi penderitaan. Wonder tidak berusaha meratap demi menyedot belas kasihan , melainkan usungan pesan soal kesetaraan , bahwa Auggie harus diperlakukan serupa bocah lain. Tak hanya hal aktual saja. Dia pun berhak mengalami pengkhianatan dalam lingkup pertemanan , pula diberi pemahaman jikalau tidak semua hal menyangkut dirinya sebagaimana terlontar dari lisan Via. Banyak film seputar disabilitas justru berkontribusi makin membedakan subjek , namun Wonder tidak.
Bahasa tutur Stephen Chobsky meneriakkan keajaiban kental imaji. Dari cameo Chewbacca hingga visualisasi bayangan Auggie mengenakan seragam astronot lengkap yang berulang kali hadir mewakili isi hati sang tokoh. Dari momen-momen abnormal tersebut emosinya berasal. Di sisi lain , Chobsky turut memiliki kepekaan menangani momen sederhana khususnya interaksi antara keluarga Pullman , di mana ketelatenan membangun tempo ditambah pemakaian medium shot plus close-up sebagai upaya mengutamakan dialog beserta akting , merupakan senjata andalan sang sutradara memperlihatkan rasa. 

Keseimbangan Owen Wilson memainkan porsi komedi dan drama menghasilkan kehangatan , sedangkan Izabela Vidovic piawai melakoni kompleksitas batin , karenanya duduk masalah Via praktis dipahami sekaligus mengundang simpati. Tapi Julia Roberts dan Jacop Tremblay merupakan inti penggagas emosi film ini. Tatkala balutan prosthetic tak menghalangi Tremblay unjuk kebolehan menghanyutkan hati penonton , Julia Roberts menghantarkan salah satu performa paling murni sepanjang karirnya , dengan sensibilitas tinggi. Jangkauannya luas , dari senyum senang , amarah , haru , hingga kesedihan. Seluruhnya berakhir mengalirkan air mata saya. 



Demikianlah Artikel Wonder (2017)

Sekianlah artikel Wonder (2017) kali ini , mudah-mudahan sanggup memberi manfaat untuk anda semua. sepakat , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda kini membaca artikel Wonder (2017) dengan alamat link

Comments

Popular posts from this blog

Download Film Satu Hari Nanti (2017) Full Movie - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Download Film Indonesia Terbaru 3 Dara 2 (2018) Full Movies - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Cars 3 (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com