The Underdogs (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

The Underdogs (2017) - Hallo sobat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul The Underdogs (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Adink Liwutang ,Artikel Alitt Susanto ,Artikel Babe Cabita ,Artikel Bene Dion ,Artikel Brandon Salim ,Artikel comedy ,Artikel Dodit Mulyanto ,Artikel Ernest Prakasa ,Artikel Han Yoo Ra ,Artikel Indonesian Film ,Artikel Jeff Smith ,Artikel Lumayan ,Artikel Review ,Artikel Sheryl Sheinafia ,Artikel Young Lex , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. sepakat , selamat membaca.

Judul : The Underdogs (2017)
link : The Underdogs (2017)

Baca juga


The Underdogs (2017)

The Underdogs adalah film ihwal ambisi para remaja meraih kesuksesan sebagai Youtubers sekaligus menampilkan Young Lex. Sederhananya , film ini simpel dibenci bahkan oleh mereka yang tidak atau belum menonton. Walau tidak seluruhnya , saya pribadi terkadang menyimpan sentimen negatif terhadap obsesi generasi masa kini mengejar popularitas melalui saluran yang katanya lebih dari televisi ini. Dangkal. Begitu pikir saya. Sampai The Underdogs datang , menyadarkan justru keengganan saya (atau mungkin kita) menilik dari perspektif lain lah yang dangkal. 

Empat sekawan , Ellie (Sheryl Sheinafia) , Dio (Brandon Salim) , Bobi (Jeff Smith) , dan Nanoy (Babe Cabita) merupakan korban bullying , dianggap pecundang di sekolah. Kondisi itu bertahan hingga lulus. Keinginan memperbaiki nasib terjawab pasca melihat kesuksesan S.O.L: Sandro X (Ernest Prakasa) , Oscar (Young Lex) , dan Lola (Han Yoo Ra) , trio Youtubers yang sukses berkat video rap mereka. Terinspirasi , keempat protagonis kita mengikuti jalur serupa , membentuk channel rap memakai nama The Underdogs sambil berharap mengubah nasib di tengah majemuk deraan problem pribadi termasuk keluarga.
Naskah garapan Alitt Susanto bersama Bene Dion Rajagukguk memegang kunci. Saya (atau lagi-lagi , mungkin kita) terbiasa menganggap jajaran Youtubers terdiri atas sosok-sosok haus atensi berotak dangkal yang besar kepala pasca keberhasilan direnggut. Naskah The Underground menjelaskan betapa banyak dorongan lain. Ellie dengan pertengkaran sehari-hari orang tuanya , Bobi yang dipaksa melanjutkan pabrik tahu sang ayah atau Dio yang selalu diragukan ibunya tamat belum dianggap dewasa. Motivasi tersebut bukan saja simpatik , juga relatable. Poinnya , sanggup jadi di luar sana , ada Youtubers berangkat dari alasan serupa yang terlanjur menghadapi hujatan tamat publik ogah lebih mencari tahu. 

Alurnya bergerak tak hanya rapi , pun ikut mendukung keterikatan akan karakter. Contohnya waktu Bobi menyulut perpecahan begitu The Underdogs mencapai ketenaran. Enggan berlarut-larut , sutradara Adink Liwutang secara cepat nan tepat seketika menggiring penonton menuju pemahaman ihwal problem pribadi Bobi , menghalangi kesempatan penonton kesal kepadanya. Walau cukup disayangkan , perjalanan ke arah resolusi mengenai konflik keluarga agak terburu-buru sekaligus menggampangkan , seolah tanpa proses. Pengorbanan yang dilakukan demi memfasilitasi penyelesaian problem lain , sebutlah persahabatan. Lalu pada konteks lebih luas terkait kultur internet , The Underdogs turut memperlihatkan bagaimana media sosial sanggup luar biasa bermanfaat andai dimanfaatkan tepat.
Komedinya memang bukan berisi humor yang sanggup menancap di benak penonton lama seusai film berakhir , tetapi berhasil tampil konsisten. Meski hadir beruntun , gelontoran banyolan The Underdogs rutin memancing tawa atau setidaknya senyum lebar. Parodi brand atau agenda di sana-sini hingga nasib buruk tanpa ujung yang menimpa Babe Cabita (sekali lagi ia andal memerankan penderita kesialan akut) lebih dari cukup menjalin hiburan. Pun mencuri perhatian yakni Sheryl Sheinafia lewat banyak pembawaan deadpan hingga Dodit Mulyanto yang hobi dirapikan rambutnya sembari sesekali berkata "asu kowe". Young Lex? Well , he's just chilling out here and there.

Mengangkat kisah Youtubers yang memilih jalur video rap , sudah barang tentu The Underdogs diisi sederet nomor yang cukup menghibur indera pendengaran , khususnya lagu berlirik jenaka milik The Underdogs. Adink Liwutang tidak ketinggalan memasukkan visualisasi selaku (ceritanya) video klip lagu-lagu tersebut , menjadikan filmnya paket lengkap mengenai Youtube. Walau masih dibarengi kekurangan-kekurangan , The Underdogs di luar dugaan lebih dari menghibur , juga sanggup memancing agar bersedia menyikapi fenomena Youtubers dari sudut pandang lain yang pastinya lebih positif.


Review The Underdogs dapat dibaca juga di tautan ini 


Demikianlah Artikel The Underdogs (2017)

Sekianlah artikel The Underdogs (2017) kali ini , mudah-mudahan sanggup memberi manfaat untuk anda semua. sepakat , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda kini membaca artikel The Underdogs (2017) dengan alamat link

Comments

Popular posts from this blog

Download Film Satu Hari Nanti (2017) Full Movie - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Download Film Indonesia Terbaru 3 Dara 2 (2018) Full Movies - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Cars 3 (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com