The Seen And Unseen (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com
The Seen And Unseen (2017) - Hallo sobat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul The Seen And Unseen (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Anggi Frisca ,Artikel Ayu Laksmi ,Artikel Drama ,Artikel Ida Bagus Putu Radithya Mahijasena ,Artikel Indonesian Film ,Artikel Kamila Andini ,Artikel Lumayan ,Artikel Retno Ratih Damayanti ,Artikel Review ,Artikel Thaly Titi Kasih , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. oke , selamat membaca.
Judul : The Seen And Unseen (2017)
link : The Seen And Unseen (2017)
Anda kini membaca artikel The Seen And Unseen (2017) dengan alamat link
Judul : The Seen And Unseen (2017)
link : The Seen And Unseen (2017)
The Seen And Unseen (2017)
Mengingat tingginya kepercayaan masyarakat Indonesia akan hal mistis , sudah sepantasnya sineas kita mengeksplorasi fenomena tersebut lebih jauh , bukan sekedar memposisikannya sebagai sumber kengerian. Setelah tahun kemudian Sunya dengan klenik kejawen tampil mewarnai , giliran The Seen and Unseen buatan Kamila Andini yang beberapa waktu kemudian menyabet penghargaan di Tokyo FILMeX International Film Festival dan Asia Pacific Screen Awards mengolah gagasan Sekala-Niskala asal Bali. Pasca realisme di film panjang (The Mirror Never Lies) dan pendek (Sendiri Diana Sendiri , Memoria) , Kamila menjamah ranah surealisme , bermain simbol , mengaplikasikan tari , sebagaimana kerap dilakukan sang ayah , Garin Nugroho.
Secara garis besar , Sekala-Niskala merupakan konsep di mana hal konkret nan terlihat (Sekala) eksis berdampingan dengan hal gaib tak terlihat (Niskala). Memadukan itu dengan kepercayaan bahwa anak kembar saling menjalin ikatan batin , The Seen and Unseen bicara tentang luapan rindu terhadap sosok terkasih. Ketika Tantra (Ida Bagus Putu Radithya Mahijasena) terbaring koma di rumah sakit selesai tumor , Tantri (Thaly Titi Kasih) , mulai tenggelam dalam imaji kehadiran sang saudara kembar , makan berdua , menari bersama. Pun kala malam bermandinkan sinar bulan datang , Tantri bersinggungan dengan makhluk-makhluk tak kasat mata di sekitarnya.
Sisi mistis dalam visi Kamila bukan cuilan dunia lain yang jahat maupun suram , meski abnormalitas misterius masih memancing ngeri ibarat tampak di beberapa kemunculan rombongan hantu anak kecil yang berguling-guling bak benih tertiup angin. Daripada teror , Kamila lebih tertarik merangkai keajaiban. Sinematografi Anggi Frisca mendukung tujuan itu melalui malam yang terperinci berkat sinar purnama , sehingga tekstur awan atau sawah dengan padi yang telah meninggi kurang terang tetap tampak. Itulah panggung bagi Tantri menari indah layaknya memanjatkan doa kepada semesta sambil mengenakan kostum unik (ayam dan monyet) buatan Retno Ratih Damayanti yang memanfaatkan tanaman seadanya.
Selalu menyenangkan mengamati performa dua pemain drama ciliknya , terlebih pada tarian di rumah sakit , dikala bukan saja gerak bertenaga (saling lompat antar kasur yaitu pemandangan intens) , ekspresi wajah pun total mereka tunjukkan. Berkatnya , dinamika emosi hingga perjalanan Tantri menuju penerimaan akan realita dapat tersampaikan utuh walau tanpa tuturan verbal. Sementara di ungkapan tersurat , Ayu Laksmi sebagai ibu si kembar menuangkan kehangatan yang bisa mendekap lembut hati penonton.
Cenderung berupa visualisasi gagasan ketimbang rangkaian dongeng linier , The Seen and Unseen banyak tersusun atas simbol-simbol yang sayangnya terlalu familiar (telur dan padi melambangkan aspek kehidupan) , pun penyajiannya repetitif. Pengulangan selaku penegasan itu perlu , tapi berujung melelahkan sewaktu momen-momen dengan metafora serta nuansa setipe ditampilkan terlampau sering. Padahal Kamila Andini telah berhasil mengemas tempo lambat yang efektif , di mana gerak perlahan alur yaitu wujud kesabaran serta sensitivitas alih-alih keputusan pretensius. Layaknya anak ayam yang baru beberapa dikala menetas dari telurnya , petualangan Kamila Andini mengarungi wilayah mistis ini belum sepenuhnya matang , tapi cukup mencuatkan harap sekaligus antisipasi tinggi untuk eksperimen-eksperimen sang sutradara di masa depan.
Note: Diputar dalam rangkaian Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2017
Demikianlah Artikel The Seen And Unseen (2017)
Sekianlah artikel The Seen And Unseen (2017) kali ini , mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. oke , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda kini membaca artikel The Seen And Unseen (2017) dengan alamat link




Comments
Post a Comment