The Lego Ninjago Movie (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com
The Lego Ninjago Movie (2017) - Hallo sobat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul The Lego Ninjago Movie (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Abbi Jacobson ,Artikel Animated ,Artikel Dave Franco ,Artikel Fred Armisen ,Artikel Jackie Chan ,Artikel Justin Theroux ,Artikel Kumail Nanjiani ,Artikel Kurang ,Artikel Michael Pena ,Artikel Review ,Artikel Zach Woods , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. sepakat , selamat membaca.
Judul : The Lego Ninjago Movie (2017)
link : The Lego Ninjago Movie (2017)
Anda kini membaca artikel The Lego Ninjago Movie (2017) dengan alamat link
Judul : The Lego Ninjago Movie (2017)
link : The Lego Ninjago Movie (2017)
The Lego Ninjago Movie (2017)
Ninja itu keren , begitu pun mecha. Ketika Lego , yang notabene juga digemari menggabungkan keduanya , garansi kesuksesan terperinci didapat. Melahirkan lebih dari 100 set serta tujuh mulut lebih banyak didominasi penayangan serial televisi Lego Ninjago: Masters of Spinjitzu adalah bukti nyata. Bicara sisi komersial , penyesuaian layar lebar selaku installment ketiga seri film lego ini rasanya bakal bernasib serupa. Sedangkan soal kualitas , baik The Lego Movie maupun The Lego Batman Movie sama-sama berkelas , khususnya berkat humor yang cerdas memainkan kata , menyelipkan budaya terkenal , hingga dagelan meta. Digawangi oleh tiga sutradara plus enam penulis naskah , The Lego Ninjago Movie berusaha keras meniru pencapaian para pendahulunya.
Itu yang nampak sejak menit pertama , saat menampilkan manusia sungguhan dalam wujud pemilik toko benda antik (Jackie Chan) yang menceritakan kisah kepahlawanan Lloyd Garmadon (Dave Franco) pada seorang bocah. Kecuali memberi panggung bagi Chan serta menyiratkan keterlibatan seekor kucing , substansi adegan pembuka ini layak dipertanyakan. Setelah memasuki dunia animasi , kemeriahan pribadi menyambut kala mecha milik keenam ninja , Lloyd , Kai (Michael Pena) , Jay (Kumail Nanjiani) , Nya (Abbi Jacobson) , Cole (Fred Armisen) dan Zane (Zach Woods) bertempur melawan pasukan Lord Garmadon (Justin Theroux).
Kekacauan dan keabsurdan serupa tapi tanpa daya setara. Bukan semata problem sudah familiar The Lego Batman Movie tetap segar melainkan alasannya keenam penulis menyalin mentah-mentah formula kesuksesan film sebelumnya , melemparkan sebanyak mungkin contoh budaya terkenal hingga permainan kata sambil berharap ada yang kena sasaran. Hasilnya inkonsisten. Sesekali ada kelakar bakir , walau lebih banyak materi medioker , klise , nan predictable misal ungkapan "it's a smash!" dari Cole saat mecha miliknya yang dimotori turntable menghancurkan musuh. Pendekatan "quantity over quality" untuk balutan komedi meniadakan pesona The Lego Ninjago Movie.
Visualnya masih memanjakan mata , termasuk desain mecha yang menggoda untuk merogoh kocek dalam-dalam guna mengoleksinya. Sayangnya kreativitas segenap tim sutradara beserta penulis naskah menyikapi karakter dan setting yang tersusun atas setumpuk lego hanya sebatas hal dasar ibarat memasang kaki Garmadon ke kepala Master Wu (Jackie Chan). Sisanya , untuk kali pertama dalam franchise-nya , gelimang lego-lego dibiarkan tersia-sia , sebatas hiasan warna-warni. Imajinasi terliar justru muncul saat kucing asli menghancurkan kota tanggapan terpancing sinar laser. Momen lucu sekaligus aneh yang jarang terulang.
Porsi drama tetap mengandung pesan , kali ini seputar jati diri dan korelasi ayah-anak. Kental akan contoh Star Wars mengenai seorang anak bertarung menumpas kejahatan sang ayah yang melibatkan ajudan yang terputus , dinamika Lloyd-Garmadon mencapai titik unik begitu dipaksa bekerja sama , mengesampingkan ego sambil menyambung ulang ikatan antara keduanya. Namun tatkala Garmadon dengan segala rasa bingung akan peran sebagai ayah memberi twist menarik , tidak demikian pada Lloyd yang sulit mencuri hati. Apalagi di antara riuh rendah kekacauan aksinya , The Lego Ninjago Movie kurang menyisihkan waktu menangani kompleksitas problem si protagonis.
Tapi Lloyd lebih beruntung daripada kelima rekannya , di mana kecuali ragam bentuk mecha keren , mereka nampak serupa satu sama lain. Zane si robot cukup menonjol tindak-tanduknya , namun bicara kepribadian , kelimanya sulit dibedakan , sekedar tampil di pusat petualangan tanpa melakukan hal berarti. Apabila The Lego Batman Movie merupakan versi alternatif atau parodi bagi Batman , The Lego Ninjago Movie adalah hal yang sama untuk ninja. Demikian semestinya , hingga film berakhir , dan para ninja lebih banyak mengandalkan mecha ketimbang ilmu bela diri khasnya. Jurus Spinjitzu yang melibatkan elemen alam masing-masing pun sekedar sekilas mengisi di penghujung durasi tanpa kesan.
Demikianlah Artikel The Lego Ninjago Movie (2017)
Sekianlah artikel The Lego Ninjago Movie (2017) kali ini , mudah-mudahan sanggup memberi manfaat untuk anda semua. sepakat , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda kini membaca artikel The Lego Ninjago Movie (2017) dengan alamat link




Comments
Post a Comment