The Greatest Showman (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com
The Greatest Showman (2017) - Hallo sahabat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul The Greatest Showman (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil info didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Hugh Jackman ,Artikel Lettie Lutz ,Artikel Lumayan ,Artikel Michael Gracey ,Artikel Michelle Williams ,Artikel Musical ,Artikel Review ,Artikel Seamus McGarvey ,Artikel Zac Efron ,Artikel Zendaya , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. oke , selamat membaca.
Judul : The Greatest Showman (2017)
link : The Greatest Showman (2017)
Anda kini membaca artikel The Greatest Showman (2017) dengan alamat link
Judul : The Greatest Showman (2017)
link : The Greatest Showman (2017)
The Greatest Showman (2017)
Silahkan buka Google , kemudian ketik "Ringling Bros. and Barnum & Bailey Circus" di kolom pencarian gambar. Anda akan melihat penari dan badut menggunakan kostum aneka warna , hewan-hewan melakukan atraksi , panggung dengan tata artistik meriah. Sirkus itu berhenti beroperasi sejak 21 Mei 2017. Film debut sutradara Michael Gracey ini coba menghidupkan kemegahan serupa di layar lebar , melempar penonton ke 146 tahun kemudian dikala P. T. Barnum mendirikan Ringling Bros. and Barnum & Bailey Circus yang juga disebut "The Greatest Show on Earth".
Daripada otentitas , pertunjukan Barnum (diperankan Hugh Jackman lewat karisma tanpa tanding) mengedepankan keajaiban semoga publik terperangah , terpukau , tertawa. "Penontonmu tampak lebih bahagia begitu keluar daripada dikala masuk" , demikian ungkap Phillip Carlyle (Zac Efron) , penulis naskah teater yang kelak jadi partner Barnum. Festive and fun entertainment. Itu tujuannya , tak peduli meski sedikit trik perlu diterapkan: menyumpal perut pria tergemuk dengan bantal , memakaikan egrang di kaki pria tertinggi. Bukan sepenuhnya penipuan , hanya melebih-lebihkan atas nama hiburan.
The Greatest Showman mengusung tujuan yang sama , sehingga musikal ialah pilihan sempurna , karena biopic formulaik takkan sanggup mewakili pesta pora di panggung Barnum. Untuk mencapai tujuannya , Pasek & Paul menulis lagu-lagu bertempo menghentak , riuh oleh instrumen serta gemuruh vokal para cast. Film ini menyadari potensi menjadi hiburan meriah , membuatnya berusaha keras (selalu) mengejar kemeriahan itu sejak The Greatest Show selaku nomor pembuka berkumandang , ketimbang memilah berdasarkan ketepatan emosi. Deretan lagu yang bagai versi overproduced dari Fall Out Boy yang sukar dibedakan satu sama lain pun dipoles terlalu mulus di studio , berujung melucuti emosi asli aktor.
Tidak sanggup dipungkiri tata dekorasi yang melukiskan semarak sirkus di puncak popularitasnya mengundang decak kagum. Sinematografi isyarat Seamus McGarvey (Atonement , The Avengers) punya imaji lebih dari cukup guna merealisasikan pertunjukan visioner P. T. Barnum. Jajaran pemain juga penuh totalitas menangani kompleksitas tiap koreografi. Zendaya sebagai Anne , seniman trapeze , mudah membuat jatuh hati , sementara Lettie Lutz si Wanita Berjenggot mengajak kita bersorak mendukung seruannya. Namun bayangkan menonton La La Land yang seluruhnya terdiri atas momen epilog. Fenomenal , namun sihirnya tak bekerja maksimal bila disajikan terus menerus.
This Is Me dan Rewrite the Stars merupakan nomor musikal paling berhasil , karena mengandung lebih dari sekedar kemegahan: melawan segregasi dan ungkapan cinta. Adegan Barnum dan sang istri , Charity (Michelle Williams) turut bicara soal cinta , tetapi purnama di langit serta tarian Williams menembus lembar-lembar seprai putih tidak seintim maupun seromantis pertukaran rasa Anne dan Phillip. Anne melayang lincah di langit-langit , seolah ingin terbang meninggalkan Phillip , namun tatapannya sulit lepas dari sang pria kulit putih terpandang. Sedangkan Phillip terus berjuang menggapai cintanya.
Naskah karya Jenny Bicks dan Bill Condon mungkin tidak memberi ruang guna meresapi jatuh-bangun kehidupan Barnum yang penuh gejolak pula kontroversi , tapi cukup untuk membuat penonton sebatas memahami. Dia mengumpulkan orang-orang terpinggirkan , menyediakan mereka kesempatan disorot layaknya bintang , karena ia sendiri dipandang sebelah mata. Dia berjuang karena enggan melihat puteri-puteri kesayangannya sengsara ibarat dirinya dahulu , meski hal ini menyeret Barnum pada sisi gelap kesuksesannya. Barnum menyuguhkan hiburan , mengajak penonton tertawa , karena lelah mendapati keseharian yang terkekang oleh kesuraman.
Demikianlah Artikel The Greatest Showman (2017)
Sekianlah artikel The Greatest Showman (2017) kali ini , mudah-mudahan sanggup memberi manfaat untuk anda semua. oke , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda kini membaca artikel The Greatest Showman (2017) dengan alamat link




Comments
Post a Comment