The Foreigner (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

The Foreigner (2017) - Hallo sahabat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul The Foreigner (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil gosip didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Action ,Artikel Cukup ,Artikel David Marconi ,Artikel Jackie Chan ,Artikel Katie Leung ,Artikel Martin Campbell ,Artikel Pierce Brosnan ,Artikel Review ,Artikel Thriller , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. oke , selamat membaca.

Judul : The Foreigner (2017)
link : The Foreigner (2017)

Baca juga


The Foreigner (2017)

Sesekali waktu Jackie Chan menjamah sisi serius miliknya. Pun mengingat usianya telah menginjak 63 tahun , tak jarang kadar aksi diturunkan , setidaknya dengan stunt lebih "ramah". The Foreigner selaku penyesuaian novel The Chinaman karya Stephen Leather termasuk salah satunya , di mana ia berperan sebagai pemilik restoran Cina di London yang berusaha mencari pembunuh sang puteri. Ketimbang gebrakan aksi tanpa henti , sutradara Martin Campbell (Casino Royale , Green Lantern) bersama penulis naskah David Marconi menekankan pada drama pergolakan batin tamat murung di awal kemudian berlanjut ke thriller balas dendam berbumbu intrik politik kental konspirasi.

Terdapat semburat melankoli puitis dalam paruh pembuka ketika Quan (Jackie Chan) , serupa ayah pada umumnya , bersiap melepas puterinya , Fan (Katie Leung) menuju pendewasaan: memiliki kekasih , lulus sekolah , tinggal di tempat berbeda. Tapi siapa sangka ia mesti melepas sang puteri selamanya tatkala ledakan bom sebagai bentuk aksi terorisme beraroma politis terjadi. Merasa pegawanegeri kurang cepat bertindak , Quan nekat bergerak sendiri mencari nama si pelaku. Segala hal ia tempuh , termasuk melancarkan ancaman bagi Liam Hennessy (Pierce Brosnan) , wakil menteri Irlandia Utara. 
Tentu revenge flick kerap menyimpan ambiguitas etika sebagaimana tindak balas dendam itu sendiri. Tapi aksi Quan berada di tingkat berbeda di mana demi menumpas pelaku terorisme , ia turut melakukan hal serupa pada Liam. Naskah Marconi sayangnya kurang tertarik mengupasnya. Selepas babak pengenalan problem , selain dari kehampaan mata Jackie Chan yang kuat memperlihatkan murung bercampur amarah , tiada kesempatan dipakai menyusuri isi hati Quan. Filmnya justru lebih tertarik menampilkan kompleksitas lain berupa konspirasi politik pelik dalam tubuh IRA (Irish Republican Army).

Sesungguhnya bukan kekeliruan , terlebih Brosnan punya kapasitas lebih dari cukup sebagai mantan IRA radikal yang terjebak dilema politis , kala niat menjembatani perdamaian dengan Inggris justru dianggap wujud kelemahan bahkan pengkhianatan oleh rekan-rekannya. Belum lagi urusan eksklusif rumah tangganya. Namun cara The Foreigner menangani intrik rumit itu begitu dangkal. Menganut prinsip "more twist equals better" , keruwetan justru filmnya ciptakan sendiri sewaktu penerapan unsur "trust no one" dibawakan terlampau berlebihan. Seluruh pihak digambarkan "bermuka dua" dalam proses "asal hubung" antar titik-titik alur.
Untungnya , meski secara kuantitas tak seberapa , formasi aksi yang melibatkan Jackie Chan menghajar lawan menggunakan kemampuan bela diri tangan kosong atau perabot di sekitar hingga pemakaian perangkap dari barang seadanya masih sanggup menghembuskan nyawa sepanjang durasi. Batasan fisik Chan di usia tuanya justru selaras dengan tokoh Quan si veteran Perang Vietnam yang masih menyimpan sisa kehebatan masa lalu. Sentuhan yang mengakibatkan karakternya one man army menarik , karena meski perkasa , ia tetap manusia biasa , kerap kepayahan karena usia , juga punya sensitivitas emosi. 

Jackie Chan , Pierce Brosnan , dan Martin Campbell. Tiga nama ini merupakan kunci penyelamat The Foreigner. Andai bukan Chan , suguhan aksinya pastilah medioker , demikian pula aspek political thriller yang terangkat berkat karisma Brosnan. Sementara pengalaman Campbell merangkai aksi bisa memberi cukup gaya serta dinamika di tiap baku hantam. Tidak mengejutkan , toh dia sempat berperan besar dua kali mengembalikan kejayaan James Bond melalui GoldenEye (1995) dan Casino Royale (2006). Tanpa ketiganya bisa saja film ini setara dengan jajaran action-thriller di rak-rak straight-to-DVD.



Demikianlah Artikel The Foreigner (2017)

Sekianlah artikel The Foreigner (2017) kali ini , mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. oke , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda kini membaca artikel The Foreigner (2017) dengan alamat link

Comments

Popular posts from this blog

Download Film Satu Hari Nanti (2017) Full Movie - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Download Film Indonesia Terbaru 3 Dara 2 (2018) Full Movies - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Cars 3 (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com