The Battleship Island (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

The Battleship Island (2017) - Hallo sobat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul The Battleship Island (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil warta didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Action ,Artikel Adam Klemens ,Artikel History ,Artikel Hwang Jung-min ,Artikel Kim Su-an ,Artikel Korean Movie ,Artikel Lee Mo-gae ,Artikel Luar Biasa ,Artikel Review ,Artikel Ryoo Seung-wan ,Artikel So Ji-sub ,Artikel Song Joong-ki , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. oke , selamat membaca.

Judul : The Battleship Island (2017)
link : The Battleship Island (2017)

Baca juga


The Battleship Island (2017)

Salah satu adegan The Battleship Island memperlihatkan Kang-ok (Hwang Jung-min) dan puterinya , So-hee (Kim Su-an) bernyanyi sambil menari di tengah gelap malam , hanya diterangi sorot lampu jalan. Ruang dan waktu seolah hanya milik berdua , ayah dan anak yang saling membuatkan kasih sayang. Dalam letupan blockbuster , sensitivitas demikian yang memperlihatkan kepekaan sutradara bermain rasa keberadaannya makin langka. Ryoo Seung-wan (Veteran , The Berlin File) terperinci menyertakan segenap perasaan kala merangkai tiap keping film ini , entah kehangatan drama ayah-anak lewat momen manis dan jenaka , atau semangat membara kolam didasari luka masa kemudian sebuah bangsa yang belum seutuhnya sembuh.

Judulnya merujuk pada Pulau Hashima , pusat tambang batu bara Jepang yang terletak 15 kilometer dari Nagasaki , dan beroperasi dari 1887 hingga 1974. Bentuknya seolah-olah kapal perang , dilengkapi tembok kokoh mengitari pulau. The Battleship Island mengambil masa dikala pendudukan Jepang terhadap Korea memasuki babak simpulan , tepatnya tahun 1945 jelang Perang Dunia II usai. Ratusan warga Korea dipaksa bekerja di Hashima , diperlakukan tak manusiawi. Tanpa prosedur keamanan , para lelaki hanya mengenakan helm serta kain ala kadarnya yang menutupi kepingan bawah tubuh. Ancaman gas bocor dan tambang runtuh enggan dipedulikan. Sedangkan perempuan jadi hiburan pemuas nafsu. Dan tidak sedikitpun upah diterima. 
Kang-ok , seorang musisi yang bersama rekan-rekan satu grup musik dan sang puteri , So-hee , berharap mendapatkan hidup lebih baik di Jepang. Malang , mereka tertipu dan berakhir sebagai budak di Hashima. Ada pula Choi Chil-sung (So Ji-sub) si gangster , kemudian Park Moo-young (Song Joong-ki) , anggota gerakan kemerdakaan Korea yang mengemban misi menyelamatkan seorang pejuang veteran. Misi Park inilah yang nanti memicu pergolakan besar di Hashima. Walau terinspirasi kondisi konkret , konflik maupun tokoh dalam naskah buatan Ryoo Seung-wan sepenuhnya fiksi. Perlawanan rakyat , peperangan di tengah maritim , elemen prison break , semua rekaan. Sebuah skenario "what if" selaku surat cinta bagi masa kemudian yang bukan saja berisi tenggang rasa , pun api perjuangan membara. 

Melalui The Battleship Island Ryoo menunjukan versatilitas sebagai sutradara , khususnya dalam ranah blockbuster paket lengkap yang sanggup merasuki majemuk ruang emosi penonton: drama menyentuh hati , humor penggelak tawa , aksi bombastis pemacu adrenalin yang juga kaya rasa. Kolaborasi Ryoo bersama sinematografer Lee Mo-gae menghasilkan gambar-gambar sempurna mewakili tiap perasaan dari kehangatan tarian Kang-ok dan So-hee seolah-olah telah dideskripsikan paragraf pembuka , keseraman berbagai siksaan yang diterima rakyat Korea (wanita yang digelindingkan di ranjang paku jadi hal paling menyakitkan) , hingga pemandangan menggetarkan dikala bendera matahari terbit dibentangkan kemudian dirobek. 
Jika Song Joong-ki sebagai Park yakni otak yang pandai berkalkulasi , So Ji-sub melalui machismo kelas satu miliknya merupakan otot , maka Hwang Jung-min dan Kim Su-an yakni hati film ini , perekat ikatan penonton dengan narasi. Bersama keduanya kita tertawa , bersama keduanya kita menangis. Kekuatan terbesar Hwang bersumber dari mata plus senyum yang di satu kesempatan mengekspresikan kekonyolan , kemudian di kesempatan berikutnya menyiratkan kasih lapang dada luar biasa kuat. Begitu pula Kim. Kita akan tergelak menyaksikan bocah 11 tahun ini penuh kekesalan merespon tingkah ayahnya , tapi siapa tidak luluh melihat tangisnya jatuh? 

Tiada momen percuma sepanjang 132 menit durasi roller coaster aneka emosi ini. Ryoo Seung-wan pun piawai membangun atmosfer tak mengenakan hasil suasana kumuh setting hingga kekerasan menyakitkan. Semisal perkelahian di kamar mandi yang amat bergairah , brutal , memancing ngilu tiap tubuh membentur lantai keramik. Puncaknya klimaks pertempuran 30 menit terakhir yang enggan berhenti menggedor jantung , menyesakkan dada dari detik ke detik. Kamera bergerak dinamis , bagai terbang bebas mencakup tiap sudut peperangan , musik menghentak gubahan Adam Klemens setia mengiringi , sedangkan naskah Ryoo kerap menyelipkan one liners bernada perjuangan yang sukses memperabukan hati. Pada titik ini kita telah terkoneksi dengan para tokohnya , akibatnya mendapati perjuangan mati-matian mereka , bekerjsama bertaruh nyawa demi keselamatan bersama memunculkan imbas emosional yang tak pernah putus sepanjang klimaks bergulir. One of the most epic action sequence in years. The Battleship Island sendiri yakni blockbuster modern sempurna. 



Demikianlah Artikel The Battleship Island (2017)

Sekianlah artikel The Battleship Island (2017) kali ini , mudah-mudahan sanggup memberi manfaat untuk anda semua. oke , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda kini membaca artikel The Battleship Island (2017) dengan alamat link

Comments

Popular posts from this blog

Download Film Satu Hari Nanti (2017) Full Movie - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Download Film Indonesia Terbaru 3 Dara 2 (2018) Full Movies - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Cars 3 (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com