Star Wars: The Last Jedi (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com
Star Wars: The Last Jedi (2017) - Hallo sahabat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Star Wars: The Last Jedi (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Adam Driver ,Artikel Andy Serkis ,Artikel Carrie Fisher ,Artikel Daisy Ridley ,Artikel John Boyega ,Artikel Kelly Marie Tran ,Artikel Laura Dern ,Artikel Luar Biasa ,Artikel Mark Hamill ,Artikel Oscar Isaac ,Artikel Review ,Artikel Rian Johnson ,Artikel Science-Fiction , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. oke , selamat membaca.
Judul : Star Wars: The Last Jedi (2017)
link : Star Wars: The Last Jedi (2017)
Anda kini membaca artikel Star Wars: The Last Jedi (2017) dengan alamat link
Judul : Star Wars: The Last Jedi (2017)
link : Star Wars: The Last Jedi (2017)
Star Wars: The Last Jedi (2017)
Lebih dari satu periode lalu Georges Méliès memperkenalkan sinema fiksi-ilmiah lewat A Trip to the Moon , publik sadar bahwa film sanggup lebih dari sekedar cerminan keseharian yang mendominasi masa awal perfilman. Film sanggup membuat terpana melalui petualangan kaya imajinasi , pula memancing segala jenis emosi manusia. Itulah pemicu kesuksesan Star Wars dahulu , saat George Lucas mengajak penonton menuju galaksi nun jauh di sana , di mana dunia serta isinya tampak ajaib dan baru tetapi perasaan dan perjuangan karakternya sama dengan kita.
Melompat ke 2017 , kesan itu masih terjaga. Pertempuran pembuka dahsyat kala pesawat pengebom milik Resistance dimbombardir kapal perang First Order hingga sabung tebas lightsaber yang koreografinya makin dinamis akan menahan nafas penonton. Sementara tanah berlapis garam merah di Planet Crait daerah titik puncak berlangsung merupakan rujukan kesegaran fantasi yang dijaga keberlangsungannya oleh visi Rian Johnson (Brick , Looper). Di tangan Johnson , tidak ada aksi selipan. Semua kolam pertunjukan utama penuh kepekaan artistik pun rasa. Seisi bioskop terkesiap saat kecepatan cahaya yang identik dengan alat melarikan diri dipakai untuk membelah kapal induk raksasa. Teriakan penonton terdengar terang , sebab adalah alih-alih musik menggelegar , Johnson memilih meniadakan suara.
Melompat ke 2017 , kesan itu masih terjaga. Pertempuran pembuka dahsyat kala pesawat pengebom milik Resistance dimbombardir kapal perang First Order hingga sabung tebas lightsaber yang koreografinya makin dinamis akan menahan nafas penonton. Sementara tanah berlapis garam merah di Planet Crait daerah titik puncak berlangsung merupakan rujukan kesegaran fantasi yang dijaga keberlangsungannya oleh visi Rian Johnson (Brick , Looper). Di tangan Johnson , tidak ada aksi selipan. Semua kolam pertunjukan utama penuh kepekaan artistik pun rasa. Seisi bioskop terkesiap saat kecepatan cahaya yang identik dengan alat melarikan diri dipakai untuk membelah kapal induk raksasa. Teriakan penonton terdengar terang , sebab adalah alih-alih musik menggelegar , Johnson memilih meniadakan suara.
Deretan peperangan itu ada di luar jangkauan kehidupan positif , tapi tentu kita pernah disentuh oleh gejolak ambiguitas kebaikan versus keburukan ibarat yang dialami Luke (Mark Hamill) , kemudian Rey (Daisy Ridley). Luke menganggap eksistensi Jedi dan pihak-pihak lain yang mengaku berada di "sisi putih" justru bertanggungjawab melahirkan "sisi hitam". Sebaliknya , Rey bersikukuh Jedi dibutuhkan demi menghentikan tirani First Order. Rey sendiri dihantui setumpuk duduk perkara batin , dari mencari identitas orang tuanya , hingga mellawan godaan Kylo Ren (Adam Driver) agar beralih ke sisi gelap.
Snoke (Andy Serkis) , pimpinan tertinggi First Order yang kini tidak muncul sebagai hologram raksasa melainkan duduk di singgasana , dalam ruang berdinding merah yang memperlihatkan puncak pencapaian tata artistik The Last Jedi masih menjadi musuh utama. Resistance , di bawah pimpinan Jenderal Leia Organa (Carrie Fisher) makin tersudut , memaksa Finn (John Boyega) , Poe (Oscar Isaac) , dan Rose (Kelly Marie Tran) melangsungkan misi diam-diam untuk menyabotase pesawat First Order.
Kisah maupun problematika personal karakternya semakin kompleks , kuantitas pun bertambah. Bahkan sebelum titik puncak , fokus alur sempat terbagi di tiga titik , yang berkat kepiawaian Johnson menulis naskah serta menyusun narasi visual , sanggup terjalin rapi sekaligus memberi porsi merata bagi tiap tokoh , baik itu Vice Admiral Holdo (Laura Dern) hingga Rose si mekanik yang awalnya tampil selaku penyegar suasana sebelum diberi porsi dramatik , termasuk dialog dengan Finn di beranda kasino yang turut menegaskan kapasitas Johnson menulis dialog penuh makna.
Banyaknya tokoh dan konflik adalah penyebab durasinya mencapai 152 menit , yang urung terasa lama berkat dinamika konsisten bersumber kekayaan emosi. Kadar humor termasuk penempatannya sempurna , khususnya keputusan jitu memanfaatkan talenta komedik Mark Hamill di beberapa kesempatan. Star Wars kerap menyimpan cinta bagi sosok binatang , tak terkecuali The Last Jedi. Mata jadi media "berbicara" , dari menggemaskannya Porg atau Falthiers yang seolah sanggup memperlihatkan pilu dan keramahan. Makhluk gila yang sanggup membuat penonton percaya mereka memiliki jiwa. Ini salah satu alasan trilogi aslinya dicintai sedangkan prekuelnya tidak.
Namun Johnson tidak lupa bahwa The Last Jedi bercerita mengenai peperangan ajal melawan penindas kejam. Selain tawa , kita pun dihantam ketegangan tatkala karakternya menghadapi rintangan berat. Berulang kali The Last Jedi merangsek menuju keputusasaan yang seolah tanpa jalan keluar , kemudian melambungkan kita lewat sederet momen pemancing sorak sorai sarat kejutan. Berbagai twist film ini bukan hanya mencoba mengejutkan , menjadi spesial sebab adalah menggambarkan betapa di tengah kekacauan dan pertikaian kompleks , sikap seseorang sulit diduga.
Bila The Force Awakens mengetengahkan nostalgia , The Last Jedi menatap masa depan sembari menghormati warisan masa lalu. Kental penghormatan tapi tak lupa mengajak melangkah maju. Pula merupakan surat cinta untuk mendiang Carrie Fisher , di mana sebuah adegan indah nan menyentuh menyatakan bahwa dalam dunia tanpa batas Star Wars , ajal nampak tak berdaya di hadapan General Leia Organa. Saya memilih mengesampingkan beberapa kelemahan kecil dan memberi Star Wars: The Last Jedi nilai sempurna setelah mengajukan pertanyaan "apa lagi yang saya harapakan?"
Demikianlah Artikel Star Wars: The Last Jedi (2017)
Sekianlah artikel Star Wars: The Last Jedi (2017) kali ini , mudah-mudahan sanggup memberi manfaat untuk anda semua. oke , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda kini membaca artikel Star Wars: The Last Jedi (2017) dengan alamat link





Comments
Post a Comment