Ruqyah: The Exorcism (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Ruqyah: The Exorcism (2017) - Hallo sahabat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Ruqyah: The Exorcism (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil gosip didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Baskoro Adi Wuryanto ,Artikel Celine Evangelista ,Artikel Evan Sanders ,Artikel Horror ,Artikel Indonesian Film ,Artikel Jelek ,Artikel Jose Purnomo ,Artikel Review , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. oke , selamat membaca.

Judul : Ruqyah: The Exorcism (2017)
link : Ruqyah: The Exorcism (2017)

Baca juga


Ruqyah: The Exorcism (2017)

Pengabdi Setan telah mengeset standar baru bagi horor tanah air sebagaimana The Raid dan sekuelnya pada genre aksi beberapa tahun lalu. Namun Ruqyah: The Exorcism akan tetap buruk bahkan apabila eksis dalam dunia di mana Pengabdi Setan tidak pernah dibuat sekalipun. Benar bahwa tingkat efektivitas horor untuk tiap penonton berlainan , tapi sewaktu seisi bioskop kompak tertawa sepanjang durasi , bisa dipastikan ada yang salah pada filmnya. Setidaknya itu pengalaman saya , saat bersama puluhan penonton lain , selalu geli mendapati ekspresi Evan Sanders atau kemasan clumsy saat Celine Evangelista kesurupan kemudian memanjat tembok layaknya peserta lomba panjang pinang. 

Merupakan film kedua dari total tiga horor karya Jose Purnomo tahun ini (Jailangkung dan Gasing Tengkorak) , Ruqyah: The Exorcism konon diangkat dari tragedi kasatmata tahun 2012. Namun alangkah sulit mempercayai kebenaran pernyataan tersebut. Bukan terkait unsur mistik , melainkan karakter. Perkenalkan Mahisa (Evan Sanders) , wartawan entah dari media mana , yang mendadak merangsek ke tengah hutan melacak suara-suara misterius. Pastinya pekerjaan itu menguntungkan melihat rumah mewah bertingkat dan mobil miliknya. Sampai suatu malam Mahisa bertemu Asha (Celine Evangelista) , aktris ternama yang mengeluhkan gangguan makhluk halus , kemudian bersedia bercerita ke Mahisa yang baru dikenal hanya karena si wartawan bersedia mengembalikan dompet dan handphone-nya.
Penelusuran Mahisa mendapatkan kesimpulan bahwa Asha ditanami jin supaya karir juga kekayaannya melesat. Saya sendiri curiga ada ilmu lain yang Asha kuasai , yaitu make-up permanen. Bagaimana tidak? Seiring berjalannya waktu , daya tahan riasan wajahnya meningkat. Diawali bulu mata lentik dan bedak tebal yang setia terpasang sewaktu tidur , hingga puncaknya , basuhan air wudu pun tak bisa menghapus semua itu. Sulit mencari perbedaan tata rias Ruqyah: The Exorcism selaku film layar lebar dengan sinetron penghias layar televisi.

Saya yang dulu bakal menyebut naskah buatan Jose Purnomo dan Baskoro Adi Wuryanto (Jailangkung , Sawadikap , Ghost Diary) sebagai bentuk kebodohan. Namun sepertinya "bodoh" terlampau kejam , jadi mari memakai istilah "ajaib". Rentetan kalimat dari ekspresi tokoh-tokohnya abnormal , tindakan mereka pun abnormal , mirip keputusan Mahisa membawa Asha yang kesurupan ke rumah kosong kolam seorang penculik ketimbang pribadi ke pondok milik kiai. Patut disyukuri , sebabnya , kita berkesempatan melihat Evan Sanders meruqyah , membaca surat Al Qur'an mirip terpelajar balig cukup logika tengah merengek. Tidak kalah asing ekspresi ketakutan Evan yang sukses memecah gelak tawa penonton.
Keajaiban lain terletak di cara menangani unsur religi. Ruqyah: The Exorcism memang tak menggurui , tapi lebih dipicu sisi agama yang sebatas tempelan , terlampau disederhanakan. Fungsinya sederhana. Sebagai jalan resolusi praktis di mana ruqyah berujung merampungkan dilema , sekaligus memberi Evan Sanders sumbangan saat mati gaya. Alhasil ia tidak perlu repot-repot , cukup memasang ekspresi takut seadanya sembari membaca istighfar. Bicara soal keajaiban , toh tidak ada yang menandingi penyertaan tanggal tanpa maksud yang sama sekali tak membantu orientasi waktu , pula baris kalimat penyejuk kalbu nan penuh makna selaku penutup. 

Urusan menakut-nakuti , Jose Purnomo jelas bukan sutradara kemarin sore. Mayoritas teror memang terjebak dalam keklisean jump scare berbumbu dentuman imbas bunyi berlebihan , pun diperparah oleh adegan kesurupan yang cenderung canggung daripada creepy , tapi tersimpan secercah potensi. Ada sedikit kengerian saat Jose bermain-main dengan flashy moment bernuansa sureal di klimaks. Sayang , potensi tersebut tenggelam dalam sederet keajaiban yang bisa menyulap Ruqyah: The Exorcism dari horor menjadi salah satu tontonan terlucu tahun ini.



Demikianlah Artikel Ruqyah: The Exorcism (2017)

Sekianlah artikel Ruqyah: The Exorcism (2017) kali ini , mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. oke , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda kini membaca artikel Ruqyah: The Exorcism (2017) dengan alamat link

Comments

Popular posts from this blog

Download Film Satu Hari Nanti (2017) Full Movie - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Download Film Indonesia Terbaru 3 Dara 2 (2018) Full Movies - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Cars 3 (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com