Pitch Perfect 3 (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Pitch Perfect 3 (2017) - Hallo sobat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Pitch Perfect 3 (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil isu didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Anna Kendrick ,Artikel comedy ,Artikel Hailee Steinfeld ,Artikel Hana Mae Lee ,Artikel John Lithgow ,Artikel Kay Cannon ,Artikel Kurang ,Artikel Mike White ,Artikel Musical ,Artikel Rebel Wilson ,Artikel Review ,Artikel Trish Sie , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. sepakat , selamat membaca.

Judul : Pitch Perfect 3 (2017)
link : Pitch Perfect 3 (2017)

Baca juga


Pitch Perfect 3 (2017)

Pitch Perfect 3 ibarat kembalinya sebuah band yang pernah berjaya , namun secara setengah hati , diisi album baru tanpa materi memadahi , pula tur ala kadarnya yang semata bersifat obligasi. It's all about money with no energy and creaticity. Ironisnya , hal yang seperti dialami The Barden Bellas. Selepas gagal menyesuaikan diri dalam realita selepas universitas , mereka bereuni , mencoba lagi peruntungan di panggung hanya untuk mendapati kejayaan masa lalu sulit diulangi. Inilah dikala realita (secara kebetulan) mengimitasi karya , sayangnya dalam konteks negatif.

Jajaran cast sama , skenario pun masih dikerjakan oleh Kay Cannon dan Mike White , tapi bangku sutradara kini ditempati Trish Sie. Harapannya , pengalaman menggarap Step Up: All In (2014) menghasilkan sekuen musikal sedap. Namun pesona Bellas lenyap dikala Sie membungkus performa mereka bagai siaran ajang pencarian bakat menyanyi di televisi. Pun kelompok pesaing , Evermoist , band yang terdiri atas empat perempuan , ikut melempem. Bergaya serupa rockstar , mereka membawakan pop-rock generik dengan aksi panggung medioker. 
Sepertinya daya kreasi Pitch Perfect yang lima tahun lalu menimbulkan gelas plastik alat musik keren menguap bersama kesuksesan The Bellas. Beca (Anna Kendrick) ialah produser bagi lagu bau milik rapper keras kepala , Fat Amy (Rebel Wilson) menganggur sambil sesekali memparodikan Amy Winehouse di tengah kota , sementara anggota lain tidak lebih beruntung. Berniat meraih kejayaan lagi , The Bellas nekat ambil penggalan pada tur dunia guna mengibur militer Amerika Serikat yang diselenggarakan oleh United Service Organization (USO). 

Realisasi terhadap realita merupakan tema utama , yang mana lebih dewasa dibanding kedua pendahulunya. Bagaimana proses The Bellas mencapai titik tersebut? Itu yang semestinya dijawab alih-alih sibuk mengotak-atik unsur sampingan tak perlu. Momen pembukanya mencuatkan pertanyaan: Apa esensi ledakan ala suguhan tabrak dalam film seputar grup akapela? Pasca konteksnya dipaparkan pun , fungsinya  selain menghabiskan bujet nyaris tiga kali lipat film pertama  tetap jadi pertanyaan. Dan pertemuan Fat Amy dengan ayahnya (John Lithgow) hanya ada untuk membuka jalan menyelipkan adegan bombastis di atas. 
Sebagai film musik dengan konflik kompetisi musik , mestinya intensitas muncul alasannya yaitu ialah kompetisi tersebut , perseteruan antar peserta , perjuangan tokoh utama mencapai tujuan (entah soal mengejar kemenangan atau penerimaan diri) , tidak perlu tetek bengek penculikan berbumbu ledakan. That's cheap. Anna Kendrick dan Hailee Steinfeld sebagai Emily masih mempesona di atas panggung , tapi story arc Beca dangkal dan membosankan , sedangkan Emily lebih parah , sebatas penggembira. Fat Amy selaku "sumber derita" sanggup memancing tawa , demikian juga absurditas Lilly (Hana Mae Lee) , namun Pitch Perfect 3 , dengan sekelompok protagonis perempuan berbeda kepribadian dan latar seharusnya lebih berwarna. Sayang , naskahnya kelabakan membagi fokus. 

Pertanyaan terpenting: Apakah Pitch Perfect 3 menyenangkan? Komedinya cukup efektif mengocok perut. Mayoritas nomor musikalnya kurang berkesan , walau tatkala The Bellas membawakan Toxic , sulit rasanya menahan tubuh ikut bergoyang biarpun sedikit. Ya , dalam film di mana para protagonis disindir sebagai grup karaoke alasannya yaitu ialah cuma menyanyikan karya orang lain , cover bagi lagu rilisan awal 2000-an justru jadi yang paling memorable. Pitch Perfect 3 memang reuni setengah hati. The Bellas need another new cups if they want to comeback (again). 



Demikianlah Artikel Pitch Perfect 3 (2017)

Sekianlah artikel Pitch Perfect 3 (2017) kali ini , mudah-mudahan sanggup memberi manfaat untuk anda semua. sepakat , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda kini membaca artikel Pitch Perfect 3 (2017) dengan alamat link

Comments

Popular posts from this blog

Download Film Satu Hari Nanti (2017) Full Movie - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Download Film Indonesia Terbaru 3 Dara 2 (2018) Full Movies - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Cars 3 (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com