Pengabdi Setan (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Pengabdi Setan (2017) - Hallo sahabat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Pengabdi Setan (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil info didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Adhiyat Abdulkhadir ,Artikel Arswendy Bening Swara ,Artikel Ayu Laksmi ,Artikel Bagus ,Artikel Bront Palarae ,Artikel Endy Arfian ,Artikel Horror ,Artikel Indonesian Film ,Artikel Joko Anwar ,Artikel Nasar Anuz ,Artikel Review ,Artikel Tara Basro , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. oke , selamat membaca.

Judul : Pengabdi Setan (2017)
link : Pengabdi Setan (2017)

Baca juga


Pengabdi Setan (2017)

Timbul dua pertanyaan sebelum menonton remake dari horor cult rilisan tahun 1980 karya Sisworo Gautama ini. Pertama , apakah sanggup menandingi versi aslinya? Kedua , bisakah Joko Anwar , yang selama karirnya dikenal akan keunikan karya memberi pembeda di tengah minat publik terhadap horor lokal yang mulai tumbuh kembali? Jawaban bagi keduanya: bisa. Sebagai penggemar Pengabdi Setan (10 tahun mengejar restu Rapi Films menciptakan lagi filmnya) serta film genre , Joko tak sekedar mereka ulang , melainkan menyertakan sentuhan personal sembari tetap menghormati sumbernya. 

Sejak awal tanda konkret telah terpampang. Selain tata artistik yang ibarat biasa amat Joko perhatikan , kita tak langsung diberi teror prematur. Sempat tampak Mawarni (Ayu Laksmi) terbaring sambil merapal sesuatu , namun itu merupakan siratan poin kunci alur dan penegasan tone ketimbang gebrakan buru-buru. Selebihnya penjabaran kondisi tiap anggota keluarga: penyakit Mawarni meredupkan karir bernyanyinya kemudian menyulitkan ekonomi keluarga , Rini (Tara Basro) mesti menjaga tiga adik laki-lakinya , Suwono si bapak (Bront Palarae) terpaksa menjual berbagai barang untuk hidup , Toni (Endy Arfian) rela mengesampingkan kepentingan langsung , juga Ian (Adhiyat Abdulkhadir) si bungsu yang bicara memakai bahasa isyarat.
Karakter kerap dilupakan sineas horor , padahal kepedulian penonton atas mereka menghipnotis pembangunan tensi. Pula harus diingat , di balik sampul kengeriannya , Pengabdi Setan adalah dongeng kekeluargaan. "Keluarga di atas segalanya" merupakan poros penggerak. Begitu Mawarni meninggal kemudian menebar teror , kengerian berlipat ganda , alasannya ialah alih-alih pertarungan melawan entitas jahat biasa , karakternya dihadapkan pada sosok yang identik dengan kenyamanan , yaitu ibu. Kecerdikan Joko meleburkan sentuhan supernatural horor dengan nilai kekeluargaan menghasilkan rentetan momen mencekam yang turut mengaduk-aduk emosi , sebutlah "adegan sumur" atau keterlibatan kursi roda dikala klimaks.

Terkait berbaliknya sosok ibu menebar bahaya , inilah kengerian Pengabdi Setan sesungguhnya. Setan bukan hanya menghantui lewat penampakan , namun mempermainkan psikis manusia. Sama halnya bagaimana remake ini memposisikan Ustad (Arswendy Bening Swara) selaku insan biasa , berbeda dibanding film aslinya , yang serupa horor lokal masa itu , menegaskan kekuatan secara umum dikuasai ulama atas iblis (selalu diakhiri pembacaan ayat suci yang menutup masalah). Pun tersimpan kritik subtil tapi sangat relevan nan tepat sasaran bagi pengultusan "pemuka agama" negeri kita cukup umur ini.
Soal menakut-nakuti , Joko terang memutar otak biar tiap momen berbeda satu sama lain. Ketiadaan repetisi menciptakan jump scare-nya efektif , setidaknya tak melelahkan. Terlebih dominan teror tersaji dalam suasana yang familiar , ibarat wudu , bermain view-master , dan pengajian pasca pemakaman. Menarik pula mendapati homage bagi judul-judul klasik , macam Dead Series-nya George Romero untuk membungkus kemunculan para mayat hidup. Ditambah lagi balutan atmosfer tiap lagu Kelam Malam atau lonceng terdengar. Tata riasnya juga patut diacungi jempol , menciptakan wajah-wajah mengerikan dengan takaran tepat , tidak hiperbola maupun terlampau malas. 

Walau Tara Basro , Bront Palarae , hingga Arswendi Bening Swara semuanya memberi penampilan solid , Nasar Anuz dan Adhiyat Abdulkhadir selaku pelakon cilik paling mencuri perhatian. Aktor cilik dalam film sering menjadi titik lemah karena kapasitas akting yang (wajar) belum terasah. Tapi keduanya begitu baik , bertingkah dan bertutur secara meyakinkan , dari mengekspresikan ketakutan hingga menangani celetukan menggelitik yang sesekali menyegarkan suasana tanpa memunculkan problem tone berkat ketepatan pembagian waktu. Bisa mencekam , sanggup melucu. Pengabdi Setan memang paket lengkap , termasuk keberadaan detail-detail terselubung yang layaknya karya lain Joko , sanggup memancing diskusi menarik. 


NOTE: 
  1. Kalau belum menonton filmnya , jangan buka kolom komentar. Banyak diskusi dengan SPOILER.
  2. Karena jumlah melampaui batas , kolom komentar dibagi menjadi lebih dari satu halaman. Klik "Lebih Baru" atau "Latest" untuk membuka halaman berikutnya.


Demikianlah Artikel Pengabdi Setan (2017)

Sekianlah artikel Pengabdi Setan (2017) kali ini , mudah-mudahan sanggup memberi manfaat untuk anda semua. oke , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda kini membaca artikel Pengabdi Setan (2017) dengan alamat link

Comments

Popular posts from this blog

Download Film Satu Hari Nanti (2017) Full Movie - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Download Film Indonesia Terbaru 3 Dara 2 (2018) Full Movies - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Cars 3 (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com