Paddington 2 (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com
Paddington 2 (2017) - Hallo sobat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Paddington 2 (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bagus ,Artikel Ben Whishaw ,Artikel Brendan Gleeson ,Artikel comedy ,Artikel European Film ,Artikel Hugh Grant ,Artikel Imelda Staunton ,Artikel Paul King ,Artikel Review ,Artikel Simon Farnaby , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. oke , selamat membaca.
Judul : Paddington 2 (2017)
link : Paddington 2 (2017)
Anda kini membaca artikel Paddington 2 (2017) dengan alamat link
Judul : Paddington 2 (2017)
link : Paddington 2 (2017)
Paddington 2 (2017)
Sulit menjumpai live-action/animasi macam Paddington 2 dalam produksi Hollywood. Sebuah tontonan keluarga lucu tanpa eksploitasi humor slapstick , menyentuh di balik tuturan cerita sederhana , ringan tetapi digarap berlandaskan estetika tinggi. Seperti pendahulunya , film ini mengedepankan petualangan sang titular character (disuarakan Ben Whishaw) , si beruang dengan topi merah dan mantel biru , yang kini menjalani kehidupan harmonis bersama keluarga Brown di Windsor Gardens , London. Petualangan Paddington begitu murni , karena bukan soal mencari harta karun atau mengalahkan penjahat , melainkan usaha memperlihatkan hadiah terbaik bagi keluarga tercinta.
Benar masih ada antagonis , yakni Phoenix Buchanan (Hugh Grant) mantan bintang film papan atas yang karirnya meredup. Ancaman yang ia hadirkan bagi protagonis pun didorong ambisi mengumpulkan harta tersembunyi di berbagai sudut kota London. Namun duo penulis naskah , Paul King (juga menyutradarai) dan Simon Farnaby , sanggup menekankan bahwa motivasi Paddington ialah memberi buku pop-up untuk bibinya , Lucy (disuarakan Imelda Staunton) , sebagai kado ulang tahunnya yang ke-100. Tidak lebih dan tidak kurang. Sementara proses mengejar penjahat seutuhnya dibebankan pada keluarga Brown.
Buku berisi ragam landmark London itu begitu bermakna , karena Paddington berharap sanggup memperlihatkan seisi kota kepada Lucy , yang sejak dulu urung mewujudkan harapan menginjakkan kaki di London. Poin tersebut cukup menjadi pondasi , pula inti emosi jalinan alurnya. Sebagai penegas kiprah itu , King menyiapkan sekuen imajinatif kala dunia buku diwujudkan ke realita , dengan penonton bakal berada di posisi Lucy , terpukau oleh visualnya , tersentuh hatinya ketika diajak Paddington mengelilingi London versi karton.
Visual merupakan unsur yang benar-benar dimaksimalkan oleh King dan tim. Setting , baik indoor atau outdoor dibungkus warna-warni lembut sembari sesekali beralih menuju kilauan kesan klasik di toko memorabilia. Tata busana tidak ketinggalan menghibur mata , khususnya seragam tahanan berwarna merah muda yang kolam menyatakan betapa dunia tempat Paddington tinggal ialah tempat di mana selalu ada kebaikan. Ditambah beberapa gaya pengadeganan unik sekaligus quirky (adegan prison break jadi teladan terbaik) , takkan hiperbola kalau sempat mengira Paddington 2 melibatkan campur tangan Wes Anderson.
Terkait komedi , Paddington 2 enggan terjebak dalam teladan familiar sajian live-action/animasi (baca: mirip banyak buatan Hollywood). Walau slapstick tetap mengiringi , tapi dipakai secukupnya , tak hingga terlampau sering melempar karakternya ke sana kemari. Sisanya ialah gambaran situasi anomali , mirip tarian penuh suka cita para narapidana yang efektif menghasilkan tawa , atau setidaknya memberi penonton kebahagiaan. Bukan gugusan komedi yang akan menetap lama di ingatan , namun cukup memfasilitasi pengalaman menonton menyenangkan.
Di jajaran pemain , Hugh Grant menciptakan villain yang sesuai dengan nuansa filmnya. Jahat , namun berperan juga memunculkan kelucuan , apalagi seputar penokohannya yang menyentil bintang film selaku profesi "berbahaya" karena bertugas "menyuguhkan kebohongan". Brendan Gleeson sebagai Knuckles , narapidana sekaligus koki yang ditakuti tahanan lain , sanggup menguasai layar pada setiap kemunculan. Sedangkan bunyi Ben Whishaw menjaga semoga Paddington selalu jadi pusat yang simpel disukai , sambil turut didukung tingkah kolot plus tampangnya yang menggemaskan. Sebagai tontonan keluarga , Paddington 2 jelas sebuah paket lengkap.
Demikianlah Artikel Paddington 2 (2017)
Sekianlah artikel Paddington 2 (2017) kali ini , mudah-mudahan sanggup memberi manfaat untuk anda semua. oke , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda kini membaca artikel Paddington 2 (2017) dengan alamat link




Comments
Post a Comment