Mau Jadi Apa? (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Mau Jadi Apa? (2017) - Hallo sobat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Mau Jadi Apa? (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Adjis Doaibu ,Artikel Agasyah Karim ,Artikel Anggika Bolsterli ,Artikel Aurelie Moeremans ,Artikel Awwe ,Artikel Boris Bokir ,Artikel comedy ,Artikel Indonesian Film ,Artikel Khalid Kashogi ,Artikel Kurang ,Artikel Monty Tiwa ,Artikel Review ,Artikel Ricky Wattimena ,Artikel Soleh Solihun , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. oke , selamat membaca.

Judul : Mau Jadi Apa? (2017)
link : Mau Jadi Apa? (2017)

Baca juga


Mau Jadi Apa? (2017)

(Review ini mengandung spoiler)
Menulis tentang Mau Makara Apa? begitu rumit. Selaku komedi , film yang diangkat dari buku berjudul sama mengenai kehidupan Soleh Solihun semasa kuliah ini tergolong solid. Walau kerap meleset , humornya tampil segar , mencerminkan "kenakalan" Soleh berceloteh. Sekali lagi , selaku komedi , Mau Makara Apa? patut direkomendasikan. Namun ada satu poin terkait konflik besarnya yang hadir dalam perspektif mengganggu. Poin yang memiliki paralel dengan kontroversi fenomenal yang belakangan tengah mengguncang industri perfilman: sexual abuse allegation

Memang , di samping media melucu juga curahan memori Soleh perihal masa mudanya , film ini menyelipkan sederet informasi penting nan relevan , tentunya secara penuh senda gurau. Contohnya ketika Soleh bergabung sebagai wartawan majalah kampus Fikom Unpad , Fakjat (Fakta Jatinangor) demi mendekati pujaan hatinya , Ros (Aurelie Moeremans). Persoalan sumbangsih masyarakat terhadap negara disinggung dalam setting kala iklim politik nasional sedang memanas pasca reformasi. Haruskah perwujudan kepedulian melulu soal politik hingga menolak bahasan "remeh" seputar olahraga dan seni? Apakah jurnalistik "berbobot" wajib identik dengan keseriusan dan dibawakan kaku? 
Kejengahan itu menggiring Soleh bersama kelima rekannya   Lukman (Boris Bokir) , Fey (Anggika Bolsterli) , Marsyel (Adjis Doaibu) , Eko (Awwe) , Syarif (Ricky Wattimena)   mendirikan majalah alternatif bernama Karung Goni (Kabar , Ungkapan , Gosip , dan Opini) , membahas musik , film , percintaan , hingga gosip terhangat di lingkungan kampus. Seiring kesuksesan Karung Goni , timbul hasrat memaparkan dilema yang lebih berat , membawa filmnya mengkritik represi media serta penutupan fakta dari publik guna melindungi nama baik perseorangan , instansi , atau lebih luasnya , negara. 

Mau Makara Apa? tak ketinggalan membahas asam manis perkuliahan dengan enam protagonis sebagai jembatan. Mulai patah hati hingga duduk kasus personal mahasiswa. Soleh bersama Khalid Kashogi dan Agasyah Karim jeli menawarkan observasi lewat skenario , menyinggung betapa problematika sejatinya bersifat relatif. Bagi Eko , sang ayah patut dibenci , karena kegagalan bisnisnya mengancam impiannya lanjut kuliah ke Australia batal. Namun bagi Lukman , Eko seharusnya bersyukur karena yaitu ayahnya masih berusaha , sementara ayah Lukman sibuk berjudi. Di antara barisan kekonyolan , sudut pandang ini terasa Istimewa , dilengkapi tatanan momen dramatik yang tersaji apik. Mungkin ini peran Monty Tiwa di dingklik sutradara , menjaga semoga Mau Makara Apa? tetap seimbang saat Soleh liar melucu. 
Usaha membuat penonton merasa dekat diusung pula oleh selipan kultur populer kurun 90-an hingga awal 2000 (lagu , pengucapan nama-nama tenar) dan gaya komedi. Soleh ingin "mengakrabi" penonton memakai teknik breaking the fourth wall , juga meta jokes untuk melontarkan referensi-referensi kekinian yang dipahami penonton , dari Cek Toko Sebelah atau Ariel "Noah". Segar , tapi jadi hiperbola saat berbaik hati menjelaskan dagelan perihal budaya populer masa lampau , seolah takut generasi kini tersesat. Padahal sewaktu makna humor dijelaskan , daya bunuhnya rawan lenyap. Untungnya Anggika Bolsterli senantiasa mencuat sebagai penyelamat tiap komedinya gagal mengenai sasaran , menjadi figur idola bersenjatakan performa abnormal layaknya "anak teater jarang manggung". 

Sampai gangguan itu tiba. (SPOILER ALERT) Alkisah , Karung Goni hendak membongkar pelecehan seksual dosen terhadap mahasiswa yang Soleh dengar pribadi dari korban , yang melarangnya memuat cerita itu. Enggan berdasarkan , kesannya informasi tersebut naik cetak. Melawan represi atas fakta dan berkedok "for the greater good" , aspek ini mengesampingkan etika , menolak peka kepada korban. Walau filmnya berujung senang , di realita , sikap demikian sanggup menambah luka batin. Mari memandang dari sisi mereka. Meski untuk kebaikan , apa anda bersedia menguak malu ke khalayak luas tanpa persetujuan? Karena selain berpikir kritis sekaligus lantang melawan , kita perlu sensitivitas didasari rasa kemanusiaan. 



Demikianlah Artikel Mau Jadi Apa? (2017)

Sekianlah artikel Mau Jadi Apa? (2017) kali ini , mudah-mudahan sanggup memberi manfaat untuk anda semua. oke , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda kini membaca artikel Mau Jadi Apa? (2017) dengan alamat link

Comments

Popular posts from this blog

Download Film Satu Hari Nanti (2017) Full Movie - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Download Film Indonesia Terbaru 3 Dara 2 (2018) Full Movies - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Cars 3 (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com