Marrowbone (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com
Marrowbone (2017) - Hallo sahabat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Marrowbone (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Anya Taylor-Joy ,Artikel Bagus ,Artikel Charlie Heaton ,Artikel Drama ,Artikel Fernando Velazquez ,Artikel George MacKay ,Artikel Horror ,Artikel Matthew Stagg ,Artikel Mia Goth ,Artikel Review ,Artikel Sergio G. Sanchez ,Artikel Xavi Gimenez , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. sepakat , selamat membaca.
Judul : Marrowbone (2017)
link : Marrowbone (2017)
Anda kini membaca artikel Marrowbone (2017) dengan alamat link
Judul : Marrowbone (2017)
link : Marrowbone (2017)
Marrowbone (2017)
Memasuki sekitar 20 menit durasi , ketika aksara dalam Marrowbone pertama kali menemui bencana misterius , salah seorang penonton berujar , "nah , mulai ini , mulai". Sebuah ungkapan kelegaan karena penampakan hantu tak kunjung muncul. Ekspresi yang masuk akal , terutama jikalau anda berharap disuguhi konsep haunted house sesuai formula. Tapi bagi penonton yang menaruh perhatian lebih , atau tahu bahwa debut penyutradaraan Sergio G. Sanchez (sebelumnya menulis naskah The Orphanage dan The Impossible) ini menonjolkan drama , teror itu telah berlangsung beberapa saat. Teror tersebut bernama sedih , yang menguji ikatan kekeluargaan empat bersaudara Marrowbone.
Jack (George MacKay) , Billy (Charlie Heaton) , Jane (Mia Goth) , dan Sam (Matthew Stagg) terpaksa merahasiakan final hidup ibu mereka supaya sanggup tetap hidup bersama seiring dilema hukum dan kejaran sang ayah. Apa perbuatan ayah urung seketika dijabarkan , kecuali pernyataan betapa kejam dirinya. Turut mampir dalam kehidupan keluarga Marrowbone yakni Allie (Anya Taylor-Joy) yang dengan cepat memikat hati Jack , si sulung. Terjadinya sebuah bencana membawa alurnya melompat maju enam bulan , ketika makhluk tak kasat mata sudah menghantui kehidupan karakternya.
Marrowbone bukan cuma tentang menakut-nakuti , tepatnya tidak melalui cara "tradisional". Dalam kekosongan ruang dan kain putih yang membungkus cermin rapa-rapat , Sergio G. Sanchez menyulut ketakutan terhadap ketiadaan serta ketidaktahuan. Tanpa tahu bentuk pastinya , penonton dibuat yakin sosok mengerikan siap menyergap dari balik sudut-sudut gelap rumah keluarga Marrowbone , yang berkat sinematografi garapan Xavi Gimenez , punya atmosfer mencekam. Sayangnya , saat Sergio mulai menunjukkan hantu walau sedikit , pesona atmosferik filmnya agak menguap. Jump scare yang jumlahnya sanggup dihitung jari sesekali menyentak , diiringi tata suara mengejutkan plus scoring "memburu" ala thriller lawas buatan Fernando Velazquez.
Kejadian sebelum lompatan waktu alurnya , gangguan hantu , perbuatan sang ayah , semua disimpan hingga third act , termasuk lewat keberadaan twist. Jika anda menggemari horor , tentu tak sulit menebak arahnya. Tapi ketimbang "seberapa mengejutkan" , lebih penting memperhatikan seberapa cerdik penulis naskah menebar petunjuk subtil supaya kejutannya tak terkesan membohongi. Di situ naskahnya cukup sukses , karena begitu fakta diungkap , hal-hal yang tadinya nampak remeh mulai saling bertautan membentuk arti , walau jawaban yang disiapkan termasuk menggampangkan , memanfaatkan kondisi yang kerap jadi jalan pintas horor/thriller menjelaskan rangkaian kejanggalan.
Terasa spesial tatkala twist , bahkan segala elemen horor dipakai mewakili tema-tema ibarat murung dan penyesalan dalam lingkup keluarga. Skenario milik Sergio ditulis dengan indah , melontarkan puncak emosi seiring tersibaknya tabir kebenaran , di mana setiap kengerian berujung mengandung makna lebih. Sergio menyadarkan bergotong-royong substansi drama dan horor saling terkait. Apabila drama disusun atas dinamika yang melibatkan emosi negatif (sedih , murka , takut) , maka horor menerjemahkan emosi tersebut ke dalam hal-hal seram. Marrowbone mengawinkan keduanya , menghasilkan horor dengan hati yang menyeimbangkan teror supernatural dan dongeng keluarga menyentuh.
Keempat pemain drama utama sama-sama solid. MacKay tampil meyakinkan sebagai pemuda dengan timbunan beban yang terus berlipat secara gradual final tekanan untuk menjadi kepala keluarga. Goth sebagai Jane tak kalah bermasalah , begitu rapuh apalagi ditambah mata sayunya. Heaton berani melawan typecast pasca dua ekspresi dominan Stranger Things , memerankan Billy yang lebih "gampang panas" dibanding saudara-saudaranya. Sementara Stagg , meski paling muda justru kerap menjembatani penyaluran perasaan film kepada penonton. Jalinan chemistry mereka berempat sangat berpengaruh , sehingga bakal sulit menahan haru sewaktu Marrowbone menampilkan shot terakhirnya.
Demikianlah Artikel Marrowbone (2017)
Sekianlah artikel Marrowbone (2017) kali ini , mudah-mudahan sanggup memberi manfaat untuk anda semua. sepakat , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda kini membaca artikel Marrowbone (2017) dengan alamat link




Comments
Post a Comment