Jigsaw (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Jigsaw (2017) - Hallo sobat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Jigsaw (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil warta didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Callum Keith Rennie ,Artikel Charlie Clouser ,Artikel Hannah Emily Anderson ,Artikel Horror ,Artikel Josh Stolberg ,Artikel Josiah Black ,Artikel Kurang ,Artikel Matt Passmore ,Artikel Peter Goldfinger ,Artikel Review ,Artikel The Spierig Brothers ,Artikel Tobin Bell , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. sepakat , selamat membaca.

Judul : Jigsaw (2017)
link : Jigsaw (2017)

Baca juga


Jigsaw (2017)

Saw franchise is all about shock value. Tempat penonton berharap dikejutkan oleh perangkap mematikan penghasil gore berlimpah serta twist nihil logika. Dengan kata lain , media escapism sempurna. Ada formula paten yang terbukti ampuh menarik penggemar , tapi timbul pula kesadaran memberi modifikasi guna menghembuskan angin segar. Alhasil ditunjuklah tim baru. Kursi sutradara ditempati The Spierig Brothers (Daybreakers , Predestination) , sementara Josh Stolberg dan Peter Goldfinger menulis skenario. Hasilnya ironis , sempat punya working title Saw: Legacy , Jigsaw justru merusak warisan pendahulunya.

Modifikasi salah arah terpampang sejak momen pertama. Ketimbang gempuran perangkap brutal , filmnya memilih action-oriented minim tensi berisi kejar-kejaran polisi dan kriminal bernama Edgar Munsen (Josiah Black). Edgar menyiratkan dirinya tengah terjebak dalam permainan Jigsaw , meski John Kramer (Tobin Bell) telah tewas 10 tahun lalu. Di suatu wawancara , The Spierig Brothers menyatakan Jigsaw takkan seganas installment lawasnya. Kekeliruan yang terbukti pada pembuka , kemudian berlanjut dikala perangkap perdana hasilnya muncul. Lima korban dirantai dalam satu ruangan dan harus melepaskan diri sebelum gergaji mesin memotong tubuh mereka.
Perangkap itu terkesan malas karena dua alasan. Pertama , kemiripan dengan salah satu permainan Saw II. Kedua , resiko minim yang mesti ditempuh supaya lolos. Tidak ada cuilan tubuh perlu dikorbankan , hanya darah secukupnya. Bahkan dikala nyawa pertama melayang , penonton urung diberi kesempatan menyaksikannya. Terkait gore , hanya ada dua momen sanggup tampil menarik. Sayangnya , salah satu terpangkas gunting sensor , satu lagi gres hadir di penghujung. Perangkap "hujan benda tajam" cukup intens , namun lagi-lagi dampaknya terlalu jinak. Untuk apa menjatuhkan puluhan senjata jikalau korban cuma mengalami luka tusukan ringan? Jigsaw adalah torture porn yang pemalu.

Sejak film kedua , Saw beralih dari horor psikologis brutal menjadi murni suguhan penyiksaan. Walau demikian , konflik batin selalu mengiringi kondisi dilematis tatkala korban dipaksa berkorban demi bertahan hidup. Situasi itu menggiring ketegangan penonton yang didorong berandai-andai "apa yang saya lakukan jikalau mengalami hal serupa?". Jigsaw juga melucuti kekuatan itu , di mana beberapa permainan khususnya di awal durasi tak menuntut pengorbanan serupa , atau gagal membawa penonton memahami harga yang harus dibayar balasan hukuman buru-buru. Ujian penuh kebijaksanaan kancil khas Jigsaw gres benar-benar terasa dikala John Kramer menampakkan diri , yang turut menegaskan Tobin Bell masih memiliki aura magis sebagai sang pembunuh berantai.
Seperti biasa , di luar permainan utama ada penelusuran misteri. Kali ini seputar penyelidikan Detektif Halloran (Callum Keith Rennie) yang melibatkan petugas forensik , Logan Nelson (Matt Passmore) dan asistennya , Eleanor (Hannah Emily Anderson). Penyelidikan yang melibatkan konflik saling curiga , kemudian berujung twist yang berusaha mengkreasi ulang kejutan mencengangkan selaku ciri franchise ini , tetapi tidak berhasil mencapai tujuan disebabkan familiaritas dengan salah satu film sebelumnya. Apabila anda penggemar Saw , atau setidaknya sudah menonton semua judulnya , praktis menebak arah alurnya. Masalahnya , twist dalam Saw adalah jenis yang mementingkan pengaruh kejut daripada kejelian menebar benih. 

Keliru dalam memilih mana yang perlu diubah dan dipertahankan ialah kekurangan terbesar Jigsaw. Akibatnya fatal. Kerinduan pasca enam periode halloween diisi penghasil kantuk bernama Paranormal Activity urung terobati. Tatkala lagu tema ikonik Hello Zepp buatan Charlie Clouser pun tidak terdengar menyerupai biasa , jelas ada kekeliruan akut dalam Jigsaw yang layak disandingkan bersama Saw V dan Saw 3D sebagai titik nadir franchise-nya. 



Demikianlah Artikel Jigsaw (2017)

Sekianlah artikel Jigsaw (2017) kali ini , mudah-mudahan sanggup memberi manfaat untuk anda semua. sepakat , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda kini membaca artikel Jigsaw (2017) dengan alamat link

Comments

Popular posts from this blog

Download Film Satu Hari Nanti (2017) Full Movie - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Download Film Indonesia Terbaru 3 Dara 2 (2018) Full Movies - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Cars 3 (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com