Gasing Tengkorak (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Gasing Tengkorak (2017) - Hallo sahabat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Gasing Tengkorak (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil info didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Baskoro Adi Wuryanto ,Artikel Horror ,Artikel Indonesian Film ,Artikel Jelek ,Artikel Jose Purnomo ,Artikel Nikita Willy ,Artikel Review , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. oke , selamat membaca.

Judul : Gasing Tengkorak (2017)
link : Gasing Tengkorak (2017)

Baca juga


Gasing Tengkorak (2017)

Lupakan Pengabdi Setan yang sebentar lagi akan menggeser Jangkrik Boss! Part 2 dari puncak daftar film lokal terlaris 2017. Gasing Tengkorak , selaku film ketiga Jose Purnomo tahun ini setelah Jailangkung dan Ruqyah: The Exorcism , adalah horor yang amat mewakili pengalaman hidup banyak penontonnya. Kenapa? Karena Jose bersama Baskoro Adi Wuryanto yang belakangan setia menulis naskah untuk filmnya , sukses memposisikan dongeng teror makhluk halus sebagai simbol bagi teror lain yang tak kalah mengerikan: penulisan skripsi! Mari kita bedah detailnya.

Ketika mengerjakan skripsi tentu kita pernah merasa sudah menuliskan seluruh poin penting , tapi akhirnya masih terlalu pendek dan tipis. Alhasil kita memilih mengulang-ulang pokok bahasan , menambahkan hal-hal kurang penting , atau memanjangkan kalimat hingga berputar-putar. Demikianlah Gasing Tengkorak. Hanya berdurasi 80 menit dengan inti duduk kasus mungkin sanggup diselesaikan sekitar 15 menit. Menceritakan tentang Vero (Nikita Willy) , seorang diva yang ingin mengasingkan diri di sebuah villa terpencil pasca pingsan mendadak kala konser. Suatu malam , ada sosok wanita yang disalahartikan kedatangannya. Maksud hati ingin mengajak idolanya main gasing , ia dikira mengirim santet. Malang nian.
Tapi konflik itu baru tampil setelah lewat 30 menit. Sebelumnya , kita dijejali penayangan pribadi nan terselubung bagi extended trailer untuk Keeping Up with Nikita Willy plus promo villa. Menyaingi iklan apartemen Pantai Indah Kapuk yang dibawakan Feni Rose , filmnya menunjukkan interior mewah serta eksterior dengan ragam kemudahan milik villa tersebut , menyerupai kolam renang , balkon maha luas , hingga lapangan basket. Sementara Nikita sibuk bergaya di depan cermin kolam Krisyanto menyanyikan lagu Putri , merekam vlog , mencoba wig sembari berlenggak-lenggok , bermain PlayStation VR , dan adu kecepatan melawan si wanita gasing. Parahnya , walau menaiki sepeda , ia dikalahkan oleh si wanita yang berlari. You need to workout more , dear.

Melanjutkan kaitan dengan skripsi , layaknya mahasiswa yang asal garap berujung kurang memahami hasil tulisannya , film ini menyalahi rule yang dibuat sendiri. Sempat disebutkan (termasuk dalam mantra) , begitu gasing berhenti berputar , hidup korban pun turut terhenti. Fakta di lapangan justru sebaliknya. Saat gasing berhenti , teror yang berhenti , bukan nafas Vero sebagaimana kemauan penonton...maaf , maksud saya si wanita gasing. Bahkan , beberapa gangguan terjadi tanpa ada putaran gasing. Lalu teror macam apa yang menyerang ketika gasing tengkorak dimainkan? Rupanya hantu anak kecil berwajah tengkorak yang bergerak lebih lambat dibandingkan proses PDKT laki-laki paling pemalu sekalipun. 
Tanpa diduga , tanpa dinyana , pelanggaran rule di atas terjawab oleh suatu twist , yang lagi-lagi merupakan simbolisme tepat sasaran terhadap mahasiswa yang menggarap skripsi seenaknya tanpa berguru secara mendalam. Gasing Tengkorak menawarkan kejutan bermuatan psikologis yang selain salah kaprah menyikapi sebuah disorder , juga hadir mendadak tanpa memperhatikan budi alur. Ibarat skripsi dengan tujuan penelitian A , kemudian menghasilkan kesimpulan V. Atau latar belakang B , tapi yang diteliti S. Terdapat pula adegan menggelikan berupa pelaksanaan Tes Rorschach yang lebih terlihat menyerupai kuis tebak gambar. 

Nilai positif layak diberikan pada beberapa set-up menjelang jump scare yang cukup efektif membangun kecemasan , sebelum kesudahannya hukuman teror berbasis hentakan pengaruh suara dan musik berisik merusaknya. Ah , maaf. Saya melantur. Tidak ada yang rusak dalam film ini. Sebaliknya , Gasing Tengkorak sanggup menjadi jendela realita yang teramat relevan , mengajak penonton melongok lebih jauh soal problematika pengerjaan peran selesai mahasiswa Indonesia. Sementara Nikita Willy yang seolah ingin membuktikan pendewasaannya , tampil dengan performa yang tidak masuk kategori buruk.



Demikianlah Artikel Gasing Tengkorak (2017)

Sekianlah artikel Gasing Tengkorak (2017) kali ini , mudah-mudahan sanggup memberi manfaat untuk anda semua. oke , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda kini membaca artikel Gasing Tengkorak (2017) dengan alamat link

Comments

Popular posts from this blog

Download Film Satu Hari Nanti (2017) Full Movie - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Download Film Indonesia Terbaru 3 Dara 2 (2018) Full Movies - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Cars 3 (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com