Chrisye (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Chrisye (2017) - Hallo sahabat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Chrisye (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil isu didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Alim Sudio ,Artikel Andi Arsyil Rahman ,Artikel Biography ,Artikel Indonesian Film ,Artikel Lumayan ,Artikel Ray Sahetapy ,Artikel Review ,Artikel Rizal Mantovani ,Artikel Roby Tremonti ,Artikel Velove Vexia ,Artikel Vino G. Bastian , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. oke , selamat membaca.

Judul : Chrisye (2017)
link : Chrisye (2017)

Baca juga


Chrisye (2017)

Menengok kehidupan sumber inspirasinya , Chrisye bisa terjatuh dalam jurang kesalahan mendasar film biografi , adalah ambisi. Perjuangan mengejar cita-cita , warna-warni industri musik , romantika , hingga pergumulan batin terkait religiusitas , semua mengiringi perjalanan penyanyi legendaris bernama asli Chrismansyah Rahadi ini. Untungnya , berdasarkan ide serta supervisi istri Chrisye , Damayanti Noor , skenario buatan Alim Sudio bakir memilah poin mana saja yang perlu ditampilkan , mengaitkannya , menghasilkan cerita utuh yang dihubungkan benang merah berupa "spiritualitas".

Dari sini , penonton mencar ilmu bahwa setiap langkah Chrisye (Vino G. Bastian) dituntun oleh dogma dari hati. Dia yakin musik merupakan jalan hidup meski harus menentang sang ayah (Ray Sahetapy) , pula bahwa Damayanti (Velove Vexia) adalah wanita terbaik baginya walau dihadapkan perbedaan agama. Bahkan alasan ayahnya memberi restu bermusik didorong mimpi ditegur sosok berpakaian putih. Ditambah beberapa pergolakan batin tokoh pula pemilihan proses rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata sebagai puncak , mengambarkan filmnya bertujuan memposisikan kekerabatan manusia dan Tuhan selaku pondasi seorang Chrisye. 
Biarpun tidak dalam bentuk konvensional , Chrisye layak disebut film religi , setidaknya kental tekstur spiritual. Film religi yang enggan berceramah , tidak perlu setumpuk istilah keagamaan , semata melukiskan kemelut ruang batin yang mengakibatkan musik alat komunikasi dengan Sang Pencipta. Itulah mengapa sisi personal Chrisye , termasuk hubungan dengan Damayanti lebih diutamakan , tanpa melupakan sisi karir musiknya. Melalui naskahnya , Alim Sudio sanggup mengesankan betapa kehidupan langsung dan karir Chrisye saling bertautan , tidak sanggup dipisahkan , berkorelasi satu sama lain sehingga membentuk Chrisye secara utuh. 

Keputusan tersebut tetap mengakibatkan imbas negatif tatkala presentasi perjalanan karir Chrisye tersaji serba mendadak. Tiba-tiba ia telah dikenal publik , tiba-tiba pula namanya melejit , dipandang sebagai sosok legenda musik tanah air. Pun bagi orang yang awam akan kondisi industri musik Indonesia masa itu , kesulitan keuangan Chrisye meskipun albumnya cukup meroket di pasaran akan mengakibatkan tanda tanya. Namun itu harga yang harus , juga layak dibayar demi menjaga fokus. 
Dalam penggarapannya , Rizal Mantovani paham betul jikalau sudah dibekali cerita faktual sekaligus deretan lagu luar biasa. Penggemar Chrisye bakal simpel meneteskan air mata mendengar lantunan klasik sang idola , atau kala kulminasi kekuatan cinta protagonis sewaktu Chrisye meminta Damayanti menemaninya merekam lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata. Rizal enggan hiperbola mendramatisasi , membiarkan balutan rasa kisah aslinya bekerja. Kerap membuat video klip , Rizal pun piawai mereka ulang banyak sekali momen ikonik , sebutlah rekaman agenda Aneka Ria Safari dan pemotretan sampul album , keduanya untuk nomor Aku Cinta Dia. 

Jajaran pemainnya memikat. Vino membayar lunas perbedaan warna suaranya dengan kebolehan mengolah emosi serta ketepatan memainkan gestur kaku Chrisye , yang uniknya (dibantu tata kostum dan rias) , semakin seakan-akan seiring pertambahan usia. Soal permainan emosi , Velove Vexia mencapai tingkat serupa khususnya pada momen keputusan Chrisye memeluk Islam. Performa itu sayangnya diganggu kelamahan tata rias , dikala fase paruh baya Damayanti tak memiliki perbedaan dengan sosoknya di usia muda. Demikian pula rambut palsu menggelikan yang dikenakan Andi Arsyil Rahman sebagai Erwin Gutawa. Sementara Roby Tremonti memberi penampilan singkat berkesan nan otentik sebagai Jay Subiyakto.



Demikianlah Artikel Chrisye (2017)

Sekianlah artikel Chrisye (2017) kali ini , mudah-mudahan sanggup memberi manfaat untuk anda semua. oke , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda kini membaca artikel Chrisye (2017) dengan alamat link

Comments

Popular posts from this blog

Download Film Satu Hari Nanti (2017) Full Movie - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Download Film Indonesia Terbaru 3 Dara 2 (2018) Full Movies - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Cars 3 (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com