Call Me By Your Name / I| Tonya / Lady Bird - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com
Call Me By Your Name / I , Tonya / Lady Bird - Hallo sobat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Call Me By Your Name / I , Tonya / Lady Bird , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil isu didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Armie Hammer ,Artikel Bagus ,Artikel Biography ,Artikel comedy ,Artikel Craig Gillespie ,Artikel Drama ,Artikel Greta Gerwig ,Artikel Laurie Metcalf ,Artikel Luca Guadagnino ,Artikel Margot Robbie ,Artikel Review ,Artikel romance ,Artikel Sangat Bagus ,Artikel Saoirse Ronan ,Artikel Sebastian Stan ,Artikel Timothée Chalamet , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. oke , selamat membaca.
Judul : Call Me By Your Name / I , Tonya / Lady Bird
link : Call Me By Your Name / I , Tonya / Lady Bird
Anda kini membaca artikel Call Me By Your Name / I , Tonya / Lady Bird dengan alamat link
Judul : Call Me By Your Name / I , Tonya / Lady Bird
link : Call Me By Your Name / I , Tonya / Lady Bird
Call Me By Your Name / I , Tonya / Lady Bird
Ketiga judul di bawah berpeluang meraih kejayaan pada isu terkini penghargaan 2018. Dari Call Me By Your Name , pembiasaan novel berjudul sama karya André Aciman yang juga babak pamungkas trilogi tematik Desire milik sutradara Luca Guadagnino (I Am Love , A Bigger Splash) , I , Tonya yang mengangkat kisah hidup fenomenal nan kontroversial Tonya Harding sang juara seluncur indah , hingga Lady Bird yang melebarkan sayap si "Ratu Indie" Greta Gerwig ke ranah penyutradaraan setelah membuat Nights and Weekends bersama Joe Swanberg pada tahun 2008.
Call Me By Your Name (2017)
Kredit pembuka berisi foto-foto Classical sculpture , musik klasik , sinematografi bagus Sayombhu Mukdeeprom yang menangkap isu terkini panas di perkampungan Italia cuilan Utara berdesain arsitektur cantik. Call Me By Your Name yakni romantika yang memperhatikan keindahan estetika , sama indahnya dengan cinta dewasa 17 tahun bernama Elio (Timothée Chalamet) terhadap Oliver (Armie Hammer) , pria berusia jauh lebih busuk tanah yang singgah sejenak guna membantu riset sang ayah. Benar tema LGBT diusung , tapi ini merupakan sajian universal soal tumbuh kembang dan kegugupan mendapati cinta pertama berseliweran dalam keseharian tanpa ada kepastian. Alur bergulir perlahan , memberi lebih banyak unsur untuk digali selain percintaan , juga kesempatan mengamati detail tiap fase yang Elio lalui. Chalamet penuh antusiasme , bergerak lincah layaknya bocah kegirangan yang coba mencuri perhatian si pujaan hati , pun memiliki kepekaan melakoni momen emosional. Jangankan nominasi , memenangkan Oscar pun layak. Sedangkan Armie Hammer dengan karisma , tubuh tegap , dan suara berat tepat sebagai sosok cinta pertama. Keduanya beradu manis , bertukar kalimat romantis dari naskah James Ivory ("Call me by your name and I'll call you by mine" is the best line) , dibalut kepiawaian Guadagnino menyusun sensualitas. (4.5/5)
I , Tonya (2017)
Tonya Harding (Margot Robbie) merupakan wanita fantastis (dan gila) dengan perjalanan hidup fantastis (dan gila). Metode tradisional kurang pas merangkum riwayatnya. Craig Gillespie (Lars and the Real Girl) menyadari itu , memadukan wawancara palsu ala mockumentary , komedi hitam pekat , serta gerak kamera dinamis kala menangkap aksi Tonya di arena seluncur es. Kita digiring menuju kekaguman serupa mereka yang dulu melihat eksklusif performa Tonya. Robbie , yang berlatih selama lima bulan termasuk sehari jelang ijab kabul , berayun penuh percaya diri seolah tengah menggenggam dunia tanpa peduli publik berpikiran sebaliknya. Ekspresi seusai Triple Axel (gerakan super sulit yang dulu hanya sanggup dilakukan Tonya) jadi puncak emosi yang bakal dikenang lama. Tonya memang asing , namun skenario Steven Rogers lebih menaruh atensi pada kegilaan publik akan pencitraan. Alhasil , bersalah atau tidaknya Tonya dalam penyerangan terhadap sang kompetitor , Nancy Kerrigan , tak lagi penting. Apalagi Rogers menonjolkan ambiguitas antara perspektif Tonya dan suaminya , Jeff (Sebastian Stan). Pun sisi liar protagonis dijabarkan selaku efek perlakuan garang ibunya , LaVona (Allison Janney) , yang dialami sejak kecil. Apakah sejatinya LaVona mencintai sang puteri? Performa eksentrik Janney menjaga kompleksitas tersebut tetap melayang tak pasti. Satu hal niscaya , Tonya addalah korban obsesi Amerika atas kesempurnaan "American Sweetheart" dan I , Tonya merupakan film paling bertenaga sepanjang 2017. (4.5/5)
Lady Bird (2017)
Sebuah ode untuk rumah , kenangan , dan orang-orang yang kita ditinggalkan dikala kita pergi melanglang buana menggapai mimpi. Lady Bird (Saoirse Ronan) , siswi sekolah Kristen di Sacramento , ingin berkuliah di New York , tapi himpitan finansial ditambah ketakutan sang ibu , Marion (Laurie Metcalf) , akan bahaya lingkungan kota besar , menghalangi realisasi mimpinya. Gerwig menyajikan observasi soal pertentangan ketimbang permusuhan. Marion bukan antagonis yang mengekang keinginan Lady Bird. Naskah buatan Gerwig menyediakan alasan yang menimbulkan sikap keras Marion sangat sanggup dipahami. Sementara para pengajar sekolah Kristen dilukiskan sebagai sosok religius , namun tidak kolot. Suster Sarah Joan (Lois Smith) contohnya , justru tertawa kala jadi korban keisengan Lady Bird. Daripada menghakimi , Gerwig berlaku bijak , mengajak memahami semua sisi. Penyutradaraannya pun berenergi , kerap mendadak berganti tone , berprogresi cepat layaknya burung yang terbang lincah dari dahan ke dahan. Beberapa momen tampil sekilas kolam bagan komedi , untuk kemudian membentuk keping-keping puzzle yang menyusun lengkap tiap sendi kehidupan tokoh utama (plus kehidupan dewasa simpulan secara umum). Ronan turut melaju bersama pengarahan dinamis Gerwig , memerankan huruf yang paling menunjang potensinya , membawa Lady Bird mengalahkan rentetan ketidakpastian hingga tiba di cabang pohon yang diinginkan. (4/5)
Demikianlah Artikel Call Me By Your Name / I , Tonya / Lady Bird
Sekianlah artikel Call Me By Your Name / I , Tonya / Lady Bird kali ini , mudah-mudahan sanggup memberi manfaat untuk anda semua. oke , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda kini membaca artikel Call Me By Your Name / I , Tonya / Lady Bird dengan alamat link




Comments
Post a Comment