Blade Runner 2049 (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com
Blade Runner 2049 (2017) - Hallo sahabat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Blade Runner 2049 (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Ana de Armas ,Artikel Bagus ,Artikel Benjamin Wallfisch ,Artikel Hampton Francher ,Artikel Hans Zimmer ,Artikel Harrison Ford ,Artikel Jared Leto ,Artikel Michael Green ,Artikel Review ,Artikel Ridley Scott ,Artikel Roger Deakins ,Artikel Ryan Gosling ,Artikel Science-Fiction , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. sepakat , selamat membaca.
Judul : Blade Runner 2049 (2017)
link : Blade Runner 2049 (2017)
Anda kini membaca artikel Blade Runner 2049 (2017) dengan alamat link
Judul : Blade Runner 2049 (2017)
link : Blade Runner 2049 (2017)
Blade Runner 2049 (2017)
Sekuel dirilis puluhan tahun pasca film asli bukan hal asing. Beberapa demi nostalgia , beberapa semata usaha putus asa mengais sisa kejayaan untuk pundi-pundi uang , beberapa memang sebuah lanjutan perjalanan yang perlu. Blade Runner 2049 selaku sekuel Blade Runner (1982) yang merupakan adaptasi novel Do Androids Dream of Electric Sheep? buatan Philip K. Dick sejatinya tanpa urgensi. Tapi melanjutkan rentetan kemenangannya , Denis Villeneuve sanggup melahirkan sekuel yang melampaui pendahulunya , setidaknya di mata minoritas macam saya yang kurang mengagumi karya Ridley Scott tersebut.
Blade Runner versi original kental eksplorasi filosofis perihal eksistensi dan kemanusiaan tapi kurang perihal balutan misteri guna menemani tuturan neo-noir tempo lambatnya. Masih ditulis oleh Hampton Francher yang kini berduet bersama Michael Green menggantikan David Peoples , Blade Runner 2049 tetap mempertanyakan humanisme yang tersimpan di balik investigasi K (Ryan Gosling) , anggota Blade Runner yang bertugas "memensiunkan" replicants. K sendiri juga seorang replicants. Karena menghindari spoiler , saya tidak sanggup menjabarkan lengkap , tapi intinya penyelidikan K mengarah akan belakang layar replicants yang sanggup mengubah dunia , khususnya kekerabatan mereka dengan manusia.
Berlangsung selama 163 menit , naskahnya rutin menyuguhkan misteri berdaya tarik tinggi untuk penonton gali. Kuatnya dampak noir yang identik dengan alur rumit di mana penyelidikan bakal bercabang dan fakta disebar dalam bentuk kepingan-kepingan kecil pula urung diungkap secara gamblang memaksa penonton berkonsentrasi penuh. Di sinilah gaya Villenueve berperan penting. Serupa Arrival , tempo lambat dipakai biar tiap momen dan potongan puzzle tertancap di benak penonton , memberi kita waktu mengolah seluruh informasi. Walau di beberapa kesempatan , kelambatan itu berlebihan , menjadikan program sederhana para tokoh kolam berlangsung tanpa ujung.
Pemangkasan durasi sekitar 10-15 menit akan membantu mempertahankan konsistensi intensitas. Setidaknya sinematografi luar biasa Roger Deakins setia menemani. Ditemani tata artistik yang meyakinkan melebur pemandangan tandus wasteland dengan nuansa "low life , high tech" ala cyberpunk , gambar olahan Deakins yaitu masterpiece soal pilihan warna dan permainan cahaya. Ketika kisahnya menyoroti jurang pemisah insan dan replicants , Deakins juga menghadirkan kontradiksi antara reruntuhan peradaban maju ibarat di Las Vegas , kawasan Rick Deckard (Harrison Ford) bersembunyi yang kental warna Jingga dengan atmosfer futuristik di markas Niander Wallace (Jared Leto) sang produsen replicants.
Perpaduan juara sinematografi plus tata artistik tersebut membantu Villeneuve mewujudkan visinya mengemas adegan aksi yang memberi kiprah penting pada lingkungan sekitar. Aksi milik Blade Runner 2049 cenderung artistik ketimbang bombastis , kondisi sekeliling menghipnotis rintangan huruf (ombak di klimaks) atau menghipnotis mood macam hologram Elvis dan Marilyn Monroe yang mengiringi baku hantam K dan Deckard. Momen kedua jadi contoh eksperimen cerdik untuk visual serta suara. Sayangnya departemen musik yang digawangi duo Hans Zimmer-Benjamin Wallfisch tak sanggup mengulangi maha karya Vangelis di film pertama walau mempertahankan synth atmosferik sambil diselingi hentakan khas Zimmer. Apalagi dibanding pendahulunya , Blade Runner 2049 menambah kadar bumbu romantika , sehingga scoring jazzy yang intim pun terkadang seksi milik Vangelis terperinci lebih cocok.
Gosling sempurna mewakili tema "mempertanyakan kemanusiaan" filmnya lewat penampilan dingin yang turut memancing ambiguitas K dan replicants pada umumnya. Apakah mereka punya jiwa , sekedar benda tanpa nyawa , atau justru lebih insan dari insan itu sendiri? Ford membawa Deckard menjadi lebih gritty , selaras dengan setumpuk hal yang menimpanya selama 30 tahun , sementara Leto tampil eksentrik sebagaimana baris-baris kalimat filosofis yang diucapkan Wallace. Namun hati terbesar bersumber dari Ana de Armas sebagai Joi , kekasih hologram K yang meski tanpa tubuh aktual , justru lebih memiliki rasa ketimbang para manusia. Kalimat "like a real girl" yang dia lontarkan yaitu hal paling menyentuh sepanjang film. Makara , apakah yang membuat kita spesial?
Demikianlah Artikel Blade Runner 2049 (2017)
Sekianlah artikel Blade Runner 2049 (2017) kali ini , mudah-mudahan sanggup memberi manfaat untuk anda semua. sepakat , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda kini membaca artikel Blade Runner 2049 (2017) dengan alamat link




Comments
Post a Comment