Beyond Skyline (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com
Beyond Skyline (2017) - Hallo sahabat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Beyond Skyline (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bojana Novakovic ,Artikel Christopher Probst ,Artikel Cukup ,Artikel Frank Grillo ,Artikel Iko Uwais ,Artikel Jonny Weston ,Artikel Liam O'Donnell ,Artikel Lindsey Morgan ,Artikel Review ,Artikel Science-Fiction ,Artikel Yayan Ruhian , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. oke , selamat membaca.
Judul : Beyond Skyline (2017)
link : Beyond Skyline (2017)
Anda kini membaca artikel Beyond Skyline (2017) dengan alamat link
Judul : Beyond Skyline (2017)
link : Beyond Skyline (2017)
Beyond Skyline (2017)
Beyond Skyline dibuka saat seorang wanita (Lindsey Morgan) tengah terbaring dalam perawatan , yang identitasnya baru terungkap pada penghujung. Bahkan besar kemungkinan "rahasia" tersebut sanggup penonton pahami di pertengahan , saat tanpa urgensi , sang wanita sekilas muncul lagi , mengatakan betapa buruknya naskah buatan Liam O'Donnell yang juga menduduki dingklik sutradara. Dan serupa The Brothers Strauese , duo sutradara Skyline , walau O'Donnell bukanlah pencerita handal , kisah fiksi ilmiah mengenai alien kentara merupakan passion-nya.
Itulah mengapa tatkala pengaruh visualnya jelek , O'Donnell sanggup mengemas momen invasi secara menghibur , membangkitkan sisi kanak-kanak kalangan penonton mirip saya , yang terobsesi akan makhluk abstrak berukuran masif. Tidak peduli seberapa besar usaha anggota LAPD bernama Mark (Frank Grillo) untuk melindungi Trent (Jonny Weston) dalam korelasi renggang ayah-anak yang dipaparkan dangkal , perhatian tetap tertuju pada alien pemburu otak manusia dan ibu hamil yang menyerang dengan mecha berwujud monster raksasa. Dalam semangat film kelas B , O'Donnell tak segan menampilkan mereka di siang bolong walau kurang didukung CGI memadahi.
Namun itu hanya pelopor sementara. Perlu jalinan kisah menarik , intensitas , atau aksi seru demi menjaga atensi penonton. Beyond Skyline lemah terkait ketiganya. Alurnya setipis kertas , apalagi begitu Mark dan kawan-kawan singgah di pesawat luar angkasa , berputar di lingkup "Frank Grillo berjalan menyusuri satu per satu ruangan" dan "alien memandangi layar". Sekalinya adegan aksi merangsek , O'Donnell gagal memanfaatkan maskulinitas Grillo , yang kita ingat betul sanggup merepotkan Captain America di The Winter Soldier hingga memikul beban menghidupkan The Purge: Anarchy seorang diri.
O'Donnell bersama sinematografer Christopher Probst kurang cakap mengemas sudut kamera supaya adegan aksi tereskalasi dari sebatas baku hantam generik menjadi hidangan pemacu adrenalin. Demikian pula bumbu horor/thriller yang urung mencapai kengerian tinggi sebagaimana dijanjikan momen klaustrofobik sewaktu Frank dan Audrey (Bojana Novakovic) mendapat pesan misterius untuk jangan menatap sinar. Bicara soal Bojana Novakovic , sayangnya sang aktris kerap melucuti potensi tensi final akting kaku dengan teriakan-teriakan yang tidak terang maksudnya.
Penulisan O'Donnell tambah berantakan tatkala coba melebarkan mitologi , mirip ketiadaan paparan mengenai otak manusia yang sanggup melawan kontrol alien. Bahkan guna mencapai titik terbaik film , tepatnya saat setting berpindah ke Laos (pengambilan gambar dilakukan di Yogyakarta dan Batam) , Beyond Skyline harus terlebih dahulu melewati majemuk bentuk penulisan naskah jelek , sebutlah perselisihan aparat lokal melawan kartel narkoba pimpinan Sua (Iko Uwais) yang sekedar tempelan , hingga fakta bahwa bencana di dua lokasinya bagai dua kisah berbeda yang dipaksa menyatu.
Bukan didorong nepotisme , tetapi Iko Uwais dan Yayan Ruhian memang aspek terbaik Beyond Skyline. Aksi keduanya hadir agak terlambat dan terlampau singkat , namun mendapati mereka menghabisi sederet alien disokong koreografi garapan Yayan Ruhian menghasilkan kepuasan penebus segala kelemahan sebelumnya. Ini menegaskan , betapa Iko juga Yayan sanggup seketika melambungkan kualitas suatu hidangan berkelahi , termasuk Beyond Skyline yang berakhir sebagai B-movie menghibur , atau setidaknya guilty pleasure.
Demikianlah Artikel Beyond Skyline (2017)
Sekianlah artikel Beyond Skyline (2017) kali ini , mudah-mudahan sanggup memberi manfaat untuk anda semua. oke , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda kini membaca artikel Beyond Skyline (2017) dengan alamat link




Comments
Post a Comment