Atomic Blonde (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Atomic Blonde (2017) - Hallo sahabat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Atomic Blonde (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Action ,Artikel Charlize Theron ,Artikel James McAvoy ,Artikel John Goodman ,Artikel Jonathan Sela ,Artikel Kurt Johnstad ,Artikel Lumayan ,Artikel Review ,Artikel Sam Hargrave ,Artikel Thriller ,Artikel Toby Jones , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. sepakat , selamat membaca.

Judul : Atomic Blonde (2017)
link : Atomic Blonde (2017)

Baca juga


Atomic Blonde (2017)

Atomic Blonde digadang-gadang bakal menjadi John Wick versi wanita. Wajar , mengingat filmnya dibuat oleh David Leitch selaku salah satu sutradara film tersebut. Pun trailer-nya yang menampilkan ketangguhan Charlize Theron menghajar habis sederet musuh sembari diiringi kombinasi lagu Blue Monday , Personal Jesus , dan Black Skinhead memancing kesan serupa. Sehingga mengejutkan tatkala produk jadinya berupa cold war espionage di mana nuansa hambar , percakapan penuh kecurigaan , aktivitas sadap menyadap , atau investigasi bukti tersembunyi , lebih mendominasi ketimbang baku hantam. This isn't "the next John Wick" , this is "John Wick meets Tinker Tailor Soldier Spy".

Berlatar detik-detik menuju keruntuhan Tembok Berlin pada 1989 , Lorraine Broughton (Charlize Theron) , seorang distributor MI6 , diberi peran merebut daftar nama-nama distributor di Soviet. Daftar tersebut sejatinya dipegang oleh distributor MI6 lain , James Gasciogne (Sam Hargrave) , namun James terbunuh , dan daftar itu jatuh ke tangan distributor KGB. Konon ada keterlibatan distributor ganda bernama Satchel yang berkhianat serta sudah bertahun-tahun menyuplai informasi ke Soviet. Seiring memanasnya konflik dua sisi Jerman , Lorraine , dibantu oleh kontaknya di Berlin , David Percival (James McAvoy) , mesti secepat mungkin mengungkap jati diri Satchel.
Pemilihan setting menjelang reunifikasi Jerman menguatkan kesan bahwa di tengah tragedi bersejarah pencuri sorotan dunia nyatanya terjadi pula hal dengan urgensi tak kalah besar nan menentukan tanpa diketahui banyak pihak. Bahkan mereka yang terlibat pun urung memahami kebenarannya. Tuturan spionase memang penuh rahasia. Tidak semua sanggup dipercaya , berpotensi saling tikam dari belakang. Terpancar terang saat Lorraine dinterogasi (alurnya bergerak bolak-balik antara interogasi dan misi Berlin) oleh atasannya , Eric Gray (Toby Jones) dan distributor CIA , Emmett Kurzfeld (John Goodman). Siapa jujur , siapa sepenuhnya beraksi demi negara , siapa membawa kepentingan lain , semua misteri. 

Dan merangkai fakta bahu-membahu bukan kasus gampang , baik bagi para tokoh maupun penonton. Sebagaimana umumnya cold war espionage , Kurt Johnstad melalui naskah hasil adaptasi novel grafis The Coldest City karya Sam Hart , enggan gamblang menjelaskan jawaban. Apa yang dicari kemudian didapat , arti sebuah temuan , hingga kejutan-kejutan , ditebar bagai keping puzzle yang harus penonton rangkai sendiri. Rumit. Perlu ketelitian. Sedikit terlewat , rasanya mirip diperlihatkan sesuatu yang kita tak merasa tengah mencarinya. Namun juga menantang. Atomic Blonde layaknya ujian sulit yang makin memuaskan begitu bisa memecahkan persoalannya. 
Masalah terletak di kemampuan David Leitch bercerita. Sang sutradara tersesat dalam benang kusut yang ciptaan sendiri. Beragam momen memunculkan kerumitan tak perlu , mengalir kasar tamat lebih mementingkan gaya berupa gambar memikat berhias neon aneka warna. Lain halnya hukuman aksi. Walau tidak seberapa sering , sekalinya hadir , keindahan koreografi bela diri brutal ditemani hentakan soundtrack era (mostly) 80an tampil mengesankan. Not as atomic as its trailer but still a hard-hitting action. Puncaknya long take beberapa menit kala Lorraine berdarah-darah membabat lawan , entah dengan tangan kosong , pistol atau perkakas. Kemampuan Leitch dan sinematografer Jonathan Sela menata gerak dinamis kamera di antara koreografi perkelahian kompleks dalam ruang sempit (tangga , mobil) layak diganjar riuh tepuk tangan.

Charlize Theron mendefinisikan "badass action hero". Khusus untuk long take di atas , bukan saja pamer kehebatan melakoni bela diri sendiri , Theron membuat adegan itu meyakinkan berkat ketepatan verbal kelelahan dan rasa sakit. Secara bertahap kita sanggup melihat Lorraine yang awalnya tangkas semakin kepayahan seiring bertambahnya lawan juga luka tubuhnya. Di samping ketangkasan agresi , Theron bagaikan magnet super berpengaruh dengan penuturan kalimat hambar , tatapan tajam nihil keraguan , hingga hisapan rokok penuh kepercayaan diri. Ketika orang lain dibayangi ketidaktahuan , Lorraine menonjol , tampak mengerti segalanya , bisa melakukan apa saja , seolah dunia ada dalam genggamannya.


Review Atomic Blonde juga tersedia di tautan ini 


Demikianlah Artikel Atomic Blonde (2017)

Sekianlah artikel Atomic Blonde (2017) kali ini , mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. sepakat , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda kini membaca artikel Atomic Blonde (2017) dengan alamat link

Comments

Popular posts from this blog

Download Film Satu Hari Nanti (2017) Full Movie - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Download Film Indonesia Terbaru 3 Dara 2 (2018) Full Movies - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com

Cars 3 (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com