A: Aku| Benci| Dan Cinta (2017) - Http://Akusayangkaubudak.Blogspot.Com
A: Aku , Benci , Dan Cinta (2017) - Hallo sobat http://akusayangkaubudak.blogspot.com , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul A: Aku , Benci , Dan Cinta (2017) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil gosip didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Alim Sudio ,Artikel Amanda Rawles ,Artikel Brandon Salim ,Artikel comedy ,Artikel Cukup ,Artikel Indah Permatasari ,Artikel Indonesian Film ,Artikel Jefri Nichol ,Artikel Review ,Artikel Rizki Balki ,Artikel romance , yang kami tulis ini sanggup anda pahami. oke , selamat membaca.
Judul : A: Aku , Benci , Dan Cinta (2017)
link : A: Aku , Benci , Dan Cinta (2017)
Anda kini membaca artikel A: Aku , Benci , Dan Cinta (2017) dengan alamat link
Judul : A: Aku , Benci , Dan Cinta (2017)
link : A: Aku , Benci , Dan Cinta (2017)
A: Aku , Benci , Dan Cinta (2017)
Perbedaan tipis benci dan cinta , gangguan-gangguan mengesalkan yang ternyata bentuk lisan malu-malu atas perasaan suka , tentu kita familiar dengan rupa-rupa gejolak asmara kawula muda semasa SMA di atas. Dalam A: Aku , Benci , dan Cinta , kondisi serupa dialami Anggia (Indah Permatasari) dan Alvaro (Jefri Nichol). Anggia setengah mati membenci Alvaro , perjaka paling populer di sekolah sekaligus ketua OSIS dengan Anggia sebagai wakilnya. Baginya Alvaro tak berotak maupun hati , hanya playboy bermodal tampang penggoda belasan cewek naif yang telah menjadi korbannya. Apalagi , Alvaro kerap sengaja memancing amarah Anggia.
Polanya bisa ditebak. Alvaro sejatinya menyimpan cinta , begitu pula Anggia yang alhasil luluh juga. Keduanya hanya terlalu ragu atau gengsi mengakui apalagi mengungkapkan isi hati. Kenyataannya tidak sesederhana itu. Alvaro menyimpan rahasia wacana persahabatan dengan Alex (Brandon Salim) dan Athala (Amanda Rawles) , bagaimana tiga sobat itu terpecah selesai cinta segitiga , serta kondisi Athala yang telah beberapa lama koma di rumah sakit. Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Wulanfadi , debut penyutradaraan Rizki Balki ini mengandung setumpuk potensi pembeda jikalau dibandingkan mayoritas romansa putih abu-abu.
Komedinya segar. Dasar pandangan baru dari naskah buatan Alim Sudio (Surga Yang Tak Dirindukan 2 , Jilbab Traveler , Pesantren Impian) bisa diwujudkan oleh Rizki Balki menjadi serangkaian sempilan momen ajaib hasil imajinasi karakternya , misal saat Anggia dikuasai rasa malu hingga ingin loncat dari atap sekolah. Didukung pula kebolehan Indah Permatasari memerankan cewek galak cenderung bernafsu yang jangankan murka sambil berteriak , bogem mentah pun tidak ragu dia lemparkan. She could be our future romcom queen. Para pembuatnya sadar betul keunggulan sisi komedik filmnya , menumpahkannya sebanyak mungkin , yang saking efektifnya , kerap mendistraksi aspek dramatik.
A: Aku , Benci , Dan Cinta seolah galau menentukan waktu pula cara untuk tampil serius. Bahkan penjelasan karena Athala koma pun berujung kelucuan disengaja yang seharusnya tak perlu ada. Tensi pertikaian mengenai cinta segitiga yang dua kali menimpa Alvaro dan Alex urung mencapai titik maksimal , khususnya karena persahabatan yang telah berlangsung lama pun konon demikian solid itu tak pernah terasa meyakinkan. Konflik Alvaro-Alex-Athala dan kisah Alvaro-Anggia yang alhasil bersinggungan bagai dua gagasan yang saling bertabrakan mencuri fokus tanpa bisa membaur bersinergi.
Begitu juga paparan percintaan. Walau diberkahi insting humor mumpuni , Rizki Balki kurang cakap merangkai sisi manis romantisme remaja. Lihat saat Alvaro dan Anggia berduet menyanyikan lagu ciptaan berdua (Alvaro membuat melodi dari puisi Anggia). Mixing jernih ala suara CD mengundang kesan artificial , menghilangkan ungkapan emosi , melemahkan momentum. Segala interaksi protagonis bakal berlalu tak berbekas andai tiada Indah Permatasari dan Jefri Nichol di jajaran lead. Bersenjatakan jangkauan emosi semakin luas dibandingkan performanya pada Dear Nathan , Jefri makin piawai memainkan sosok berandalan dengan tingkah seenaknya , tapi punya pesona berpengaruh guna menggaet hati baik aksara lain atau penonton.
A: Aku , Benci , Dan Cinta merupakan komedi romantis masa SMA yang lebih ampuh menggelakkan tawa daripada memancing gejolak rasa manis asmara. Toh cukup mengasyikkan dikonsumsi sebagai hiburan ringan. Di sisi lain turut memberi panggung bagi Indah Permatasari dan Jefri Nichol menyampaikan kapasitas mereka lebih jauh. Setidaknya untuk beberapa waktu ke depan , Jefri Nichol akan kokoh jadi raja film SMA yang selalu memancing jerit histeris penonton remaja. Sementara Indah Permatasari mengambarkan bahwa ia perlu mendapatkan ratifikasi , layak dipercayakan memikul beban pemain film utama.
Demikianlah Artikel A: Aku , Benci , Dan Cinta (2017)
Sekianlah artikel A: Aku , Benci , Dan Cinta (2017) kali ini , mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. oke , hingga jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda kini membaca artikel A: Aku , Benci , Dan Cinta (2017) dengan alamat link




Comments
Post a Comment